SPONSORED

Maya Weug: Rencana Balap Gagal, Mantan Bintang F1 Academy Hadapi Masa Depan Tak Pasti

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Maya Weug: Rencana Balap Gagal, Mantan Bintang F1 Academy Hadapi Masa Depan Tak Pasti TO NEWS OVERVIEW
Maya Weug's career has taken a nosedive since leaving F1 Academy © XPB Images

Maya Weug, mantan pembalap Ferrari Academy dan runner-up F1 Academy, mengaku sedang menjalani "tahun terberat dalam karier" setelah rencana balapnya batal di menit-menit terakhir. Padahal, kurang dari setahun lalu, Weug masih tampil kompetitif di F1 Academy dan kerap naik podium.

Melalui media sosial, Weug membagikan kegelisahannya. "Saya tidak tahu harus menulis apa. Saya sudah mencoba menunjukkan sisi positif sepanjang musim, tapi kenyataannya ini tahun terberat karier saya," tulisnya. "Setahun lalu saya memperebutkan gelar, menang, dan naik podium hampir setiap akhir pekan. Saya tidak pernah berpikir setahun kemudian saya akan berada di posisi ini."

Rencana besar untuk musim ini ternyata kandas sebelum dimulai. "Ada rencana bagus untuk musim ini. Tapi sesaat sebelum dimulai, semuanya berantakan karena alasan di luar kendali saya. Saat itu sudah sangat terlambat untuk mencari alternatif, dan sendirian sangat sulit untuk mendapatkan balapan," ungkap Weug.

Williams FW16: An Iconic Car Steeped in Memory and Tragedy
Read AlsoWilliams FW16: An Iconic Car Steeped in Memory and Tragedy

Weug hanya beruntung bisa tampil di tiga balapan Belcar bersama ART Racing. "Kami finis podium di debut saya di mobil GT. Tapi 24 Hours of Zolder yang seharusnya saya ikuti juga batal. Jadi saat ini, saya tidak punya balapan sama sekali," jelasnya. Meski sudah tidak lagi menjadi pembalap Ferrari, Weug sempat menjadi mentor bagi Alba Larsen, wakil Ferrari di F1 Academy yang kini menempati posisi kesembilan klasemen.

ADVERTISEMENT

Kisah Weug menjadi pengingat betapa kerasnya dunia balap. Juara F1 Academy musim lalu, Dorianne Pin, kini menjadi development driver Mercedes di F1, Hypercar development driver untuk Peugeot, dan juga menjabat posisi yang sama untuk Citroen di Formula E. Pin juga turun di Le Mans 24 Hours dan kategori endurance lainnya. Sementara Abbi Pulling, pemenang musim kedua, menjadi rookie dan simulator driver untuk Nissan di Formula E, serta menjalani musim keduanya di GB3.

Weug menegaskan keinginannya untuk kembali balapan. "Saya belajar banyak dan tumbuh sebagai pribadi tahun ini. Tapi saya tidak ingin menonton. Saya ingin balapan. Saya ingin kembali ke lintasan di level tertinggi dan menunjukkan kemampuan saya yang sebenarnya," tandasnya. "Motorsport adalah lingkungan yang keras. Saya pikir hasil yang saya raih selama ini akan berarti. Tapi orang-orang terdekat saya terus berkata, ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Saya memilih untuk percaya."

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU