Max Verstappen sengaja mengambil pendekatan berbeda pada FP2 Bahrain Grand Prix di Malaysia dengan tidak menggunakan ban soft, meski keputusan tersebut membuatnya kehilangan kesempatan memahami performa satu lap secara lebih optimal.
Pembalap Red Bull tersebut memilih menjalani long run setelah peluang hujan diperkirakan mencapai 90 persen selama sesi kedua di Sepang International Circuit. Verstappen menilai sesi tersebut lebih penting digunakan untuk mendapatkan data persiapan balapan, terutama karena FP2 menjadi salah satu kesempatan paling representatif sebelum balapan 56 lap.
Keputusan tersebut akhirnya membuat Verstappen tidak menjadi yang tercepat di FP2. Ia mencatat waktu 1:37.785 dan menempati posisi keempat, sementara Charles Leclerc menjadi pembalap tercepat dengan 1:37.528.

Namun, posisi tersebut tidak mengubah fakta bahwa Verstappen tetap memiliki waktu tercepat sepanjang hari. Ia mencatat 1:37.520 pada FP1, sehingga catatan tersebut masih menjadi benchmark terbaik pada kembalinya Formula 1 ke Sepang.
Kondisi lintasan menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan Verstappen. Temperatur trek meningkat hingga lebih dari 60 derajat Celsius pada FP2, sementara permukaan Sepang yang abrasif diperkirakan membuat degradasi ban menjadi tinggi sepanjang akhir pekan.
“Saya ingin melakukan long run kalau-kalau hujan datang,” kata Verstappen ketika ditanya alasan tidak menggunakan ban soft pada FP2.
Verstappen mengakui bahwa kondisi tersebut membuat proses evaluasi mobil menjadi tidak sederhana. Program yang dijalankan Red Bull pada FP2 juga berbeda dibandingkan FP1, sehingga sulit untuk menarik kesimpulan langsung mengenai perkembangan performa.
“Progresnya sulit. FP2 kembali lebih panas, programnya berbeda. Jadi sulit mengatakan apakah kami membuat progres, tetapi masih banyak hal yang harus dilihat untuk mencoba memahaminya dengan lebih baik,” ujar Verstappen.
Meski kehilangan kesempatan melakukan simulasi satu lap dengan ban soft, Verstappen tetap membawa modal penting dari hari pertama. Ia mengakhiri FP1 sebagai pembalap tercepat sebelum memilih strategi pengujian berbeda pada FP2 untuk mengantisipasi perubahan cuaca.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!