Max Verstappen dari Oracle Red Bull Racing mengenang sebuah manuver berisiko tinggi yang ia lakukan di Nürburgring pada 2025, momen yang menurutnya membuat para penonton merasa tegang saat menyaksikannya melalui tayangan onboard.
Verstappen turun di balapan GT3 Nürburgring pada September 2025, memanfaatkan jeda kalender Formula 1 untuk tetap aktif di lintasan. Dalam ajang berdurasi empat jam tersebut, ia meraih kemenangan bersama Chris Lulham, sekaligus menegaskan pendekatan agresif yang tetap berada dalam kontrol teknis.
Momen paling mencolok terjadi ketika Verstappen menyalip mobil yang lebih lambat dengan dua roda berada di atas rumput. Manuver tersebut dilakukan di lintasan yang tidak sepenuhnya kering, kondisi yang secara signifikan meningkatkan risiko kehilangan traksi dan stabilitas, khususnya pada mobil GT3 dengan karakteristik bobot dan aerodinamika berbeda dari Formula 1.
Faktor teknis Nürburgring menjadi latar penting dari keputusan tersebut. Sirkuit ini dikenal memiliki variasi tingkat cengkeraman yang ekstrem, sementara hujan ringan saat sesi kualifikasi mempersempit margin kesalahan. Verstappen mengandalkan kontrol throttle dan sensitivitas kemudi untuk menjaga keseimbangan mobil tanpa mengorbankan kecepatan.
“Begitu saya melewati rumput, saya langsung berpikir: saya tahu kamera onboard sedang menyala dan orang-orang sedang menontonnya,” ujar Verstappen dalam sesi tanya jawab bersama Team Redline.
“Saya yakin mereka semua sedang panik saat itu.”
Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran Verstappen terhadap tekanan visual dari sudut pandang penonton, sekaligus menegaskan keyakinannya dalam membaca batas teknis mobil. Bagi Red Bull, aktivitas balap di luar Formula 1 ini juga menunjukkan bagaimana Verstappen menjaga ketajaman kompetitifnya tanpa melanggar kewajiban regulasi FIA.
“Tapi itu luar biasa, saya benar-benar sangat menikmatinya,” tambah Verstappen.
Manuver di Nürburgring ini kembali menegaskan karakter Verstappen dalam mengelola risiko dan presisi, dua elemen yang terus menjadi fondasi performanya menjelang fase berikutnya musim Formula 1, ketika konsistensi dan pengambilan keputusan tetap menjadi faktor kunci dalam perebutan gelar juara.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!