Sesi uji coba regulasi baru Formula 1 2026 harus menghadapi ujian nyata ketika lintasan diguyur hujan lebat. Alih-alih menyuguhkan aksi kompetitif yang mendebarkan, jalannya simulasi justru membuka kotak pandora terkait masalah operasional mobil generasi terbaru di belakang Safety Car, memicu kebingungan massal di barisan pembalap.
Perangkat lunak pada power unit merespons putaran mesin yang rendah dan kecepatan tak biasa dengan masuk ke mode perlindungan diri. Akibatnya, sistem kelistrikan mendadak mati total di tengah lintasan basah. Max Verstappen menjadi pembalap pertama yang merasakannya, meski ia sigap melakukan reset darurat. Namun, nasib kurang beruntung dialami Lewis Hamilton yang harus menghentikan mobilnya sepenuhnya.
Masalah serupa turut mendera unit daya pelanggan bermesin Ferrari serta pabrikan lainnya, memaksa Direksi Lomba mengambil langkah tegas untuk menghentikan prosedur start demi alasan keamanan. Situasi kian pelik mengingat jarak pandang yang buruk di kokpit menciptakan potensi bahaya tinggi bagi para peserta.

Lewat sambungan radio tim, Charles Leclerc tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas insiden memalukan tersebut. Ia memperingatkan bahwa membiarkan mobil mati sendiri di lurusan dengan visibilitas minim sama saja menjadikan mereka penumpang tanpa kendali.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!