Marc Marquez nyaris tak menyelesaikan MotoGP Austria. Pembalap Ducati itu mengaku sempat berpikir untuk parkir motornya di tengah balapan akibat masalah rem yang parah. Meski akhirnya finis kelima, ia menyebut hasil itu sebagai keberuntungan besar.
Dari grid depan, Marquez langsung kehilangan posisi. Ia turun dari kedua ke kelima, bahkan sempat dilewati rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Setelah merebut kembali posisi keempat dari Ai Ogura, ia keluar lintasan di lap sembilan. Alhasil, ia terpuruk ke urutan tujuh.

Di akhir balapan, Marquez berhasil melewati Brad Binder dan Fermin Aldeguer untuk finis kelima sebagai Ducati terbaik. Namun, ia tertinggal lebih dari tujuh detik dari pemenang, Pedro Acosta (KTM). “Kami berjuang lebih dari akhir pekan lainnya, tapi kami masih di sana. Masalahnya, di awal balapan saya mengalami banyak sekali masalah dengan rem depan,” ujar Marquez.

Juara dunia bertahan itu menjelaskan bahwa tuas rem depan tidak konstan. “Setiap titik pengereman berbeda. Saat saya membuat kesalahan di Tikungan 1, saya mengerem dan kosong; tidak ada apa-apa. Itu sebabnya saya melebar jauh,” tambahnya. Ia pun mengaku sangat beruntung karena hampir saja tidak bisa melanjutkan balapan.
“Kami sangat beruntung, karena di satu titik balapan, saya berpikir, ‘OK, saya tidak bisa melanjutkan’. Tapi kemudian, rem mulai bekerja dari satu lap ke lap berikutnya. Saya mulai cepat lagi dan mendapatkan beberapa posisi, tapi sudah terlambat,” jelasnya. Marquez menegaskan bahwa masalah rem ini terlihat di data, sehingga tim bisa menganalisis dan mencari solusi untuk ke depan.
Penyebab pastinya belum diketahui. Marquez mengatakan bahwa masalah getaran yang biasa terjadi di Tikungan 7-8 tidak muncul, dan Brembo telah bekerja keras. “Kami mengalami masalah besar. Karena itu, di lap pertama saya tidak mengerem keras. Saya hanya mencoba memahami di mana tuas rem berada di setiap titik pengereman, dan saya kehilangan banyak waktu,” ungkapnya.
Marquez juga menyebut bahwa pada Sabtu, ia mengidentifikasi penyebab utama kurangnya kecepatan Ducati di Red Bull Ring adalah ban belakang Michelin dengan karkas lebih keras. Ban spesial itu hanya digunakan di Buriram, Goiania, dan Mandalika. Dengan hasil ini, Marquez tetap bersyukur bisa finis kelima, meski ia yakin posisi maksimalnya adalah kedua atau ketiga.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!