SPONSORED

Marquez: Acosta masih dalam perebutan gelar MotoGP

Notifikasi
0
Marquez: Acosta masih dalam perebutan gelar MotoGP
TO NEWS OVERVIEW
Marc Marquez believes Pedro Acosta is a title rival in 2026 © Gold and Goose

Marc Marquez menyatakan bahwa Pedro Acosta masih memiliki peluang dalam perburuan gelar MotoGP 2025. Pernyataan ini muncul setelah pembalap KTM tersebut tampil impresif pada sesi latihan bebas Jumat di Grand Prix Austria, di Sirkuit Red Bull Ring. Marquez, yang saat ini memimpin klasemen dengan 274 poin, mengakui bahwa Acosta belum bisa diabaikan meskipun tertinggal 65 poin dengan delapan balapan tersisa.

“Dia masih dalam perebutan gelar,” tegas Marquez. “Delapan balapan tersisa, dia tertinggal 65 poin. Tujuh balapan lalu saya tertinggal 100 poin. Jadi, dia masih dalam perebutan gelar.” Kata-kata itu menjadi peringatan bagi para rival bahwa kecepatan Acosta bisa mengubah peta persaingan. Pada sesi latihan Jumat, Acosta memang tampil dominan dengan mencatatkan waktu tercepat di kedua sesi, sementara Marquez harus puas berada di posisi keempat.

Marquez juga memberikan pujian kepada Acosta dan KTM. “Saya sudah menduganya karena ini bukan pertama kalinya KTM sangat cepat di sirkuit ini. Dan Pedro memberikan tambahan pada KTM. Dia sudah sangat cepat di trek lain, dan di sini untuk saat ini dia yang terbaik,” ujarnya. KTM memang dikenal memiliki performa kuat di Red Bull Ring, dan kehadiran Acosta semakin memperkuat posisi mereka.

Jorge Martin 'Scared' About Surgery Decision Amid Title Fight
Read AlsoJorge Martin 'Scared' About Surgery Decision Amid Title Fight

Meski demikian, Marquez tidak merasa dirinya siap untuk bersaing memperebutkan kemenangan di Austria. “Perasaannya adalah hari ini kami bekerja keras. Tapi yang terpenting adalah dari sesi pertama hingga terakhir, kami meningkatkan feeling dan cara mengendarai motor. Ini positif. Kita lihat besok apakah kami perlu mengambil langkah lain, karena saat ini kami belum siap untuk memperebutkan kemenangan. Tapi, ini baru hari Jumat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Faktor teknis menjadi perhatian utama. Michelin membawa ban dengan karkas lebih keras ke Red Bull Ring, yang sebelumnya digunakan di Thailand dan Brazil. Kondisi ini membuat Ducati kesulitan, dan Marquez harus menyesuaikan set-up motornya. “Pada dasarnya, set-up. Cara Anda mengendarai adalah satu gaya. Tapi benar bahwa perubahan karkas belakang mengubah karakter motor. Seperti yang kami lihat di Thailand, kami sangat menderita. Dan hari ini sepertinya kami menderita sedikit lebih banyak dari Misano, tapi lebih sedikit dari Thailand. Yang terpenting adalah dari FP1 ke Practice, kami mengambil langkah, dan kami akan terus melakukannya,” paparnya.

Marquez menambahkan bahwa dengan ban bekas, ia merasa lebih baik. “Saya tidak merasakan penurunan performa, dan ini memberi saya perasaan yang baik. Tapi saya perlu meningkatkan time attack, karena dengan karkas ini, saya selalu kesulitan. Saya perlu memperbaiki itu, atau memahami cara memulai balapan dari barisan depan. Tahun lalu saya menang dengan karkas ini. Jadi, kita lihat saja. Saya tahu di mana saya kehilangan waktu dibandingkan tahun lalu, dan kita lihat apakah besok saya bisa mengambil langkah dalam gaya mengendarai,” pungkasnya.

Dengan performa Acosta yang menjanjikan, Grand Prix Austria diprediksi akan menjadi pertarungan sengit. Marquez tetap waspada, dan pernyataannya menjadi sinyal bahwa gelar masih jauh dari kata pasti. Para penggemar MotoGP pun menantikan aksi kedua pembalap tersebut pada balapan akhir pekan ini.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU