SPONSORED

Mantan Steward F1 Kecam Fans Max Verstappen: 'Mereka yang Terburuk'

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Mantan Steward F1 Kecam Fans Max Verstappen: 'Mereka yang Terburuk' TO NEWS OVERVIEW
Mantan Steward F1 Kecam Fans Max Verstappen: 'Mereka yang Terburuk'

Johnny Herbert, mantan steward Formula 1, angkat bicara soal perlakuan yang ia terima selama menjabat di FIA. Dalam wawancara terbarunya, ia secara blak-blakan mengecam sebagian fans Max Verstappen sebagai yang terburuk yang pernah ia hadapi.

Herbert, yang juga dikenal sebagai analis Sky F1, menghabiskan lebih dari satu dekade menjadi steward. Namun, ia mengaku sering menjadi sasaran kebencian, terutama setelah mengkritik gaya balap Verstappen saat bersenggolan dengan Lando Norris.

“Itu mudah! Fans Belanda yang tidak setuju dengan kritik saya terhadap Max,” ujarnya kepada Vision4Sport. “Sebenarnya bukan hanya dari Belanda, tapi juga dari negara lain. Mereka sampai bilang 'Death to Herbert'. Mereka yang terburuk.”

Why Gasly's Podium Appeal Hearing Will Be Private
Read AlsoWhy Gasly's Podium Appeal Hearing Will Be Private

Herbert juga menyoroti tuduhan bias yang kerap dialamatkan kepadanya dan rekan senegaranya, Martin Brundle. “Mereka bilang saya bias ke Lewis Hamilton. Ya, kami orang Inggris dan Lewis juga orang Inggris. Kalian orang Belanda yang mendukung Max, tapi kalian menuduh kami bias—padahal kalian ingin kami mendukung Max. Tidak bisa dua-duanya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Herbert menegaskan bahwa dirinya tetap objektif dalam menilai. “Kami juga kagum dengan 'Flying Dutchman' itu. Tapi kalau Inggris melawan Belanda dalam sepak bola, tentu saya dukung Inggris,” candanya.

Kritik Herbert terhadap Verstappen memang bukan hal baru. Sebelumnya, ia sempat menyebut “mindset mengerikan” Verstappen saat balapan ketat melawan Norris. Namun, komentarnya kali ini lebih menyoroti perilaku fans yang dianggapnya melampaui batas.

Herbert sendiri kehilangan perannya sebagai steward F1 sebelum musim 2025. FIA menilai aktivitas medianya “tidak kompatibel” dengan tugasnya. Namun, pengalamannya itu justru membuka mata banyak pihak tentang tekanan yang dihadapi para ofisial di era media sosial.

ADVERTISEMENT

Kisah Herbert menjadi pengingat bahwa batas antara dukungan dan kebencian sering kali tipis. Terlepas dari siapa yang Anda dukung, menghormati mereka yang bekerja untuk menjaga keadilan di lintasan adalah harga mati.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU