Mahindra Racing resmi mengunci komposisi pembalap yang tidak berubah untuk Kejuaraan Dunia Formula E 2026/27, dengan mempertahankan Edoardo Mortara dan Nyck de Vries. Keputusan ini menjadi fondasi penting bagi tim yang berbasis di Banbury tersebut saat melangkah ke era GEN4.
Musim lalu, duet Edoardo Mortara dan Nyck de Vries membawa Mahindra finis ketiga di klasemen tim dengan koleksi 252 poin, dua kemenangan, 10 podium, dan enam pole position. Pencapaian itu menjadi salah satu musim terbaik tim asal India ini di ajang listrik.
Menariknya, pengumuman ini sempat diwarnai kejutan. Pada Senin lalu, akun media sosial Mahindra mengunggah video ucapan terima kasih yang seolah mengisyaratkan kepergian kedua pembalap. Reaksi pun bermunculan dari para penggemar yang tidak percaya. Namun, tak lama berselang, tim mengonfirmasi bahwa Mortara dan de Vries tetap bertahan, membuat momen tersebut berubah menjadi lelucon yang menghibur.

Bagi Mortara, musim ke-10 ini menjadi tonggak sejarah. Pembalap Swiss-Italia itu akan menjadi satu-satunya kompetitor di grid yang telah membalap di keempat generasi teknologi Formula E. “Saya sangat senang bisa melanjutkan bersama tim,” ujarnya. “Kerja sama kami selama tiga musim terakhir sangat positif, dengan hasil yang terus meningkat. Memasuki musim ke-10 saya, kami tahu tahun ke depan akan menjadi tantangan nyata, terutama dari sisi teknis, dengan begitu banyak hal baru.”
De Vries, yang pernah menjadi Juara Dunia Formula E 2020/21, menyambut baik kelanjutan kariernya bersama Mahindra. “Tiga tahun terakhir bersama Mahindra Racing adalah perjalanan yang sangat memuaskan,” katanya. “Finis ketiga di klasemen tim musim lalu adalah hadiah besar atas kerja keras semua orang di tim. Saya sangat senang bisa terus bersama Mahindra Racing saat kami memasuki era GEN4.”
CEO dan Team Principal Mahindra Racing, Frederic Bertrand, menekankan bahwa kontinuitas pembalap akan menjadi aset krusial saat tim menguasai mesin GEN4 yang lebih cepat. “Selama tiga musim terakhir, kami telah membangun kepercayaan, berbagi referensi, dan cara kerja yang kuat,” jelasnya. “Kontinuitas itu akan penting saat Formula E memasuki era GEN4. Musim ke-13 akan menuntut kurva pembelajaran yang curam dari seluruh tim.”
Era GEN4 sendiri akan dimulai dengan tes pramusim resmi di Jarama, Spanyol, pada 16–20 November 2026, sebelum balapan pembuka Jeddah E-Prix pada Desember. Dengan komposisi pembalap yang solid, Mahindra berharap dapat melanjutkan momentum positif mereka dan bersaing di papan atas.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!