Esteban Ocon dipastikan meninggalkan Haas pada akhir musim Formula 1 2026, mengakhiri periode yang mengecewakan bersama tim asal Amerika Serikat tersebut. Keputusan ini telah lama diantisipasi setelah performa Ocon yang jauh dari ekspektasi sejak bergabung pada 2025.
Ocon datang ke Haas dengan reputasi mengesankan: delapan musim pengalaman, empat podium, dan satu kemenangan di Grand Prix Hungaria. Ia dianggap sebagai rekrutan besar yang bisa memimpin tim bersama rookie Oliver Bearman. Namun, dalam 18 bulan kebersamaan, Ocon hanya mengumpulkan 45 poin berbanding 61 milik Bearman, dan secara konsisten kalah cepat dari pembalap muda Inggris itu.
Kini perhatian beralih ke siapa yang akan mendampingi Bearman pada 2027. Setidaknya ada lima nama yang muncul sebagai kandidat kuat, masing-masing dengan kelebihan dan daya tarik tersendiri bagi Haas.

Leonardo Fornaroli: Prospek McLaren yang Menjanjikan
Leonardo Fornaroli menjadi salah satu favorit utama untuk kursi kedua Haas. Pembalap Italia berusia 21 tahun itu merupakan juara Formula 2 2025 dan saat ini menjabat sebagai pembalap penguji McLaren. Meski belum mendapatkan kursi balap F1, ia telah menarik perhatian banyak pihak, terutama bos McLaren, Andrea Stella.
"Ini adalah kesempatan yang sangat layak," puji Stella. "Kami telah bekerja dengan Leonardo selama beberapa bulan. Kami sangat menghargai sikapnya sebagai pribadi dan pembalap. Dia karakter yang sangat menarik. Terlihat pemalu, tetapi jauh dari itu, dia adalah pembalap paling proaktif dalam bertanya kepada insinyur, dia berkeliling dengan buku catatannya, mencatat banyak hal, dan segera setelah punya ide, dia membagikannya."
Fornaroli juga tampil mengesankan dalam sesi latihan bebas di Barcelona dan Budapest, dengan finis kelima di Barcelona hanya terpaut setengah detik dari Oscar Piastri. Ia adalah bagian dari klub eksklusif yang memenangkan gelar F3 dan F2 secara beruntun. Jika Haas mencari pembalap muda berbakat dengan potensi besar, Fornaroli adalah pilihan yang sulit ditolak.
Kandidat Lainnya: Pengalaman dan Kecepatan
Selain Fornaroli, beberapa nama lain juga masuk dalam radar. Valtteri Bottas yang saat ini menjadi pembalap cadangan Mercedes bisa menjadi opsi berpengalaman. Bottas pernah membalap untuk Williams dan Mercedes, dan meski sedang hiatus dari kursi balap, ia masih haus akan kompetisi. Haas mungkin tertarik pada keahlian teknisnya dalam era regulasi baru 2026.
Nama kedua adalah Mick Schumacher, yang pernah membalap untuk Haas pada 2021-2022. Meski tidak selalu tampil cemerlang, Schumacher memiliki kecepatan dan kini menjadi pembalap cadangan Mercedes. Kembalinya ia ke Haas bisa menjadi cerita menarik, tetapi ia perlu meyakinkan bahwa ia telah berkembang sejak terakhir kali.
Ketiga, ada Theo Pourchaire, juara F2 2023 yang saat ini membalap di IndyCar. Pembalap Prancis itu memiliki talenta besar dan mungkin mencari jalan kembali ke F1. Haas bisa menjadi tempat yang tepat untuknya mengasah kemampuan.
Keempat, Robert Shwartzman, pembalap cadangan Ferrari yang juga memiliki pengalaman di F1 dengan beberapa sesi latihan bebas. Ia cepat dan didukung oleh Ferrari, yang bisa menjadi keuntungan bagi Haas yang menggunakan mesin Ferrari.
Kelima, Felipe Drugovich, juara F2 2022 yang saat ini menjadi pembalap cadangan Aston Martin. Drugovich telah menunjukkan kecepatan dalam berbagai tes dan mungkin siap untuk promosi ke kursi balap.
Dengan berbagai opsi ini, Haas memiliki banyak pertimbangan. Apakah mereka akan memilih pembalap muda seperti Fornaroli untuk jangka panjang, atau pembalap berpengalaman untuk stabilitas? Yang jelas, kursi kedua Haas menjadi salah satu yang paling menarik untuk diperebutkan menjelang musim 2027.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!