Liam Lawson kembali dipercaya mengisi kursi Red Bull akhir pekan ini di Grand Prix Belanda, menggantikan Isack Hadjar yang cedera. Ini menjadi kesempatan kedua bagi pembalap asal Selandia Baru itu setelah awal musim 2025 yang jauh dari harapan bersama tim pabrikan asal Austria tersebut.
Namun, mantan pembalap F1 Anthony Davidson menilai ada satu masalah terbesar yang akan membayangi Lawson di Zandvoort: performa gemilang Hadjar sepanjang musim ini. Sang rookie asal Prancis itu tampil konsisten dan rutin mencetak poin, persis seperti yang diinginkan tim di Milton Keynes.
"Masalah terbesar Lawson adalah Isack Hadjar. Dia melakukan pekerjaan luar biasa musim ini bersama Max. Itu yang diinginkan tim," ujar Davidson. "Lawson bisa melakukan apa pun akhir pekan ini dari sudut pandang tim, tapi tetap tidak bisa menghapus kerja keras Hadjar."

Di sisi lain, Arvid Lindblad juga tampil impresif sebagai rookie di musim ini, seperti yang dilakukan Hadjar tahun lalu. Hal itu makin mempersempit ruang gerak Lawson untuk membuktikan dirinya layak berada di Red Bull.
Menariknya, Davidson menilai akhir pekan ini bukan soal meyakinkan Red Bull, melainkan kepuasan pribadi Lawson. "Bagi saya, ini hanya soal kepuasan pribadi jika dia tampil baik," tambahnya.
Durasi Lawson di Red Bull belum jelas. Hadjar dikabarkan menargetkan comeback di putaran berikutnya di Italia. Dengan tekanan dari segala arah, Lawson harus tampil maksimal untuk setidaknya meninggalkan kesan positif di paddock.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!