Liam Lawson mengaku sangat frustrasi setelah kehilangan hampir seluruh aktivitas lintasan pada hari pertama Formula 1 Grand Prix Kanada 2026. Pembalap Racing Bulls tersebut hanya mencatat beberapa putaran di Circuit Gilles Villeneuve sebelum masalah hidrolik memaksa mobilnya berhenti di lintasan dan mengakhiri seluruh programnya lebih awal.
Gangguan teknis itu menjadi awal dari hari yang sulit bagi Lawson. Setelah gagal menyelesaikan sesi latihan bebas satu-satunya pada akhir pekan sprint, pembalap Selandia Baru tersebut juga dipastikan tidak dapat mengikuti Sprint Qualifying karena kerusakan yang membutuhkan pekerjaan perbaikan besar. Situasi tersebut membuatnya kehilangan kesempatan penting untuk memahami kondisi lintasan serta mengumpulkan data yang sangat dibutuhkan menjelang sesi-sesi utama akhir pekan.
Masalah Racing Bulls tidak berhenti di sana. Tim asal Faenza tersebut kemudian menerima denda sebesar €30.000 dari FIA, dengan €20.000 di antaranya ditangguhkan selama 12 bulan. Hukuman diberikan setelah investigasi menemukan kegagalan pada sistem CDS atau clutch disengagement system ketika mobil Lawson berhenti di lintasan. Steward menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi teknis karena menyebabkan mobil tidak dapat dipindahkan sesuai prosedur yang ditetapkan FIA.

Bagi Lawson, konsekuensi terbesar tetap datang dari minimnya waktu lintasan. Format sprint hanya menyediakan satu sesi latihan sebelum sesi kompetitif dimulai, sehingga kehilangan hampir seluruh hari pertama membuat persiapannya jauh lebih terbatas dibanding para rival. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pemahaman terhadap perilaku ban, keseimbangan mobil, serta strategi setup untuk sisa akhir pekan.
Meski demikian, Lawson melihat beberapa sisi positif dari performa awal mobil Racing Bulls sebelum masalah muncul. Dalam pernyataannya yang dikutip dari RacingNews365, pembalap berusia muda itu menegaskan bahwa paket mobil yang dibawa tim ke Montreal menunjukkan potensi yang menjanjikan.
"It's frustrating. Obviously, tomorrow is definitely more important, but this really doesn't help because I've done two laps, three laps all day."
"It's a shame because the car looks really good as well, the pace is looking really good, and I felt good in the first couple of laps."
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Racing Bulls sebenarnya memiliki kecepatan yang kompetitif di Montreal. Hal itu juga terlihat dari performa rekan-rekan satu pabrikan Red Bull selama Sprint Qualifying, di mana Isack Hadjar dan Arvid Lindblad berhasil menempatkan diri di dalam sepuluh besar. Bagi Lawson, fakta tersebut semakin memperbesar rasa kecewa karena ia tidak memiliki kesempatan untuk memanfaatkan potensi mobilnya.
Dalam konteks persaingan papan tengah yang sangat ketat musim ini, kehilangan satu hari penuh dapat memberikan dampak signifikan terhadap peluang meraih poin. Setiap sesi menjadi sangat berharga untuk mengoptimalkan setup, terutama di sirkuit seperti Montreal yang memiliki kombinasi zona pengereman keras, kerb agresif, dan kebutuhan traksi tinggi saat keluar tikungan lambat.
Meski tertinggal dari sisi persiapan, Lawson tetap berusaha fokus pada peluang yang masih tersedia selama sisa akhir pekan. Sprint Race dan sesi-sesi berikutnya kini menjadi sumber data utama untuk membantu Racing Bulls memahami kondisi mobil sebelum kualifikasi utama Grand Prix Kanada berlangsung.
"Plenty of positives, at least, that we have good speed. We just need to hopefully have a good day, try and learn what we can in the sprints, and then put it all into qualifying."
Dengan waktu lintasan yang sangat terbatas, Lawson kini menghadapi tantangan besar untuk mengejar ketertinggalan. Namun keyakinannya terhadap kecepatan dasar mobil memberikan harapan bahwa Racing Bulls masih memiliki peluang untuk membalikkan situasi apabila masalah keandalan yang mengganggu hari pertama di Montreal benar-benar telah teratasi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!