Charles Leclerc mencuri perhatian di sesi latihan bebas kedua (FP2) F1 Bahrain Grand Prix yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap Ferrari itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 37,528 detik, mengalahkan Isack Hadjar dan Lando Norris. Sesi yang sempat diwarnai ancaman hujan hingga 90% akhirnya berjalan kering, membuat para tim dan pembalap harus cepat beradaptasi dengan kondisi trek yang belum mereka kuasai sepenuhnya.
Sejak awal sesi, semua pembalap langsung tancap gas. Bahkan, 22 pembalap keluar lebih awal karena khawatir hujan turun. Ban medium menjadi pilihan utama, dan Max Verstappen yang sebelumnya tercepat di FP1 kembali memimpin sementara dengan 1 menit 37,785 detik. Namun, Leclerc yang sempat tertinggal di posisi ketiga mulai menunjukkan tajinya setelah tim memutuskan untuk memakai ban soft lebih awal dari biasanya.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Leclerc langsung melesat ke puncak klasemen dengan catatan waktu 1 menit 37,528 detik, unggul 0,137 detik atas Lando Norris. Sementara itu, kedua pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli, gagal memaksimalkan ban soft mereka setelah melakukan kesalahan di sektor akhir. Hal ini membuat Mercedes harus puas berada di luar lima besar, sebuah pukulan telak mengingat mereka biasanya menjadi pesaing utama.

Isack Hadjar, rekan setim Verstappen di Red Bull, tampil mengejutkan dengan menyelipkan namanya di posisi kedua. Pembalap muda itu mencatatkan 1 menit 37,627 detik, hanya 0,099 detik lebih lambat dari Leclerc. Performa Hadjar ini menjadi sinyal bahwa ia semakin nyaman dengan mobil RB22 dan siap memberikan tekanan kepada para seniornya.
Di belakang trio terdepan, persaingan semakin ketat. Pierre Gasly yang menggunakan ban soft di awal sesi sempat berada di posisi enam, sementara Lewis Hamilton harus puas di posisi kelima dengan selisih 0,5 detik dari Verstappen. Sayangnya, setelah pertengahan sesi, banyak pembalap beralih ke simulasi balapan dengan ban bekas, sehingga waktu putaran tidak lagi membaik. Momen menarik terjadi ketika Liam Lawson dan Gabriel Bortoleto terlibat duel sengit di semua sektor, yang berakhir dengan insiden kecil saat Bortoleto menyalip Lawson di tikungan pertama.
Bortoleto juga menjadi penyebab virtual safety car di menit-menit akhir setelah mobilnya berhenti di trek. Insiden ini mengingatkan kita akan risiko yang selalu mengintai di Sepang. Meski demikian, sesi FP2 ini memberikan gambaran bahwa persaingan di Bahrain GP yang digelar di Malaysia akan sangat sengit, terutama antara Ferrari, Red Bull, dan McLaren. Mercedes jelas harus bekerja keras untuk kembali ke jalur juara.

Dengan hasil ini, Leclerc dan Ferrari menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang harus diperhitungkan. Namun, Verstappen dan Red Bull belum menunjukkan performa terbaik mereka. Sementara itu, McLaren yang biasanya kuat di simulasi balapan harus puas dengan posisi ketiga Norris. Kita tunggu sesi kualifikasi untuk melihat siapa yang benar-benar siap merebut pole position.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!