Liam Lawson membuka tabir salah satu tantangan paling rumit yang dihadapi pembalap Formula 1 musim ini: algoritma komputer di dalam mobil yang mengatur pelepasan energi. Pembalap muda itu menyebut sistem ini 'sangat rumit' dan masih menjadi teka-teki bahkan setelah 11 seri balapan berlalu.
Pada generasi baru power unit, para pembalap tidak lagi bisa menentukan kapan harus melepaskan tenaga 350kW dari baterai. Semuanya dikendalikan oleh sistem komputer di dalam mobil yang belajar secara real-time untuk menemukan strategi pelepasan energi tercepat untuk satu putaran. Artinya, jika pembalap mengalami oversteer mendadak, terlalu agresif dengan pedal gas, atau membuang terlalu banyak energi saat mencoba menyalip, sistem akan memasukkan informasi itu ke dalam perhitungannya.
Lawson, yang membela Red Bull Racing, mengakui bahwa menyeimbangkan hal ini dengan tuntutan balapan adalah pekerjaan yang tidak mudah. Ia bahkan menyebut pengalamannya di Spa-Francorchamps sebagai 'balapan yang buruk' karena banyak bug dan masalah teknis yang muncul. "Kami punya balapan yang buruk di Spa dengan banyak bug dan masalah seperti itu, jadi ini tidak terlalu menyenangkan, tapi ini bagian dari regulasi baru," ujarnya kepada media, termasuk RacingNews365.

Yang lebih menantang, pembalap harus berusaha merencanakan di muka seberapa cepat mereka akan melaju di kualifikasi untuk memperkirakan penggunaan throttle dan energi, serta di mana titik pengereman atau pengereman regeneratif yang paling efisien. "Itu adalah skenario yang paling dasar, dan masih banyak skenario lain yang terjadi," tambah Lawson. "Ada hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk memicu bug, dan itu mulai membuat hal lain menjadi lebih buruk, jadi ya, ini jelas sangat rumit."
Lawson menegaskan bahwa sampai sekarang, para pembalap masih terus belajar bagaimana sistem ini bekerja. "Pada titik ini, kami masih belajar bagaimana semuanya bekerja. Tapi begitu kamu semakin cepat di akhir pekan, kamu mulai menggunakan lebih banyak energi. Kamu hampir harus mencoba merencanakan di muka seberapa cepat kamu akan berada di kualifikasi untuk tahu seberapa banyak throttle yang akan kamu gunakan, seberapa banyak energi yang akan kamu pakai, dan di mana kamu perlu melakukan pengereman regeneratif," jelasnya.
Kompleksitas ini menjadi salah satu cerita menarik di musim 2026, di mana teknologi baru justru menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pembalap di luar kemampuan mengemudi murni. Ini juga menjadi ujian bagi tim dalam mengoptimalkan perangkat lunak mereka agar para pembalap bisa fokus pada hal yang lebih penting: balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!