Lando Norris harus menghadapi akhir pekan yang begitu menantang di Bahrain, di mana ia menderita kerugian waktu krusial di trek lurus yang hanya berdampak pada mobilnya sendiri, sementara garasi Oscar Piastri berjalan tanpa kendala serupa.
Masalah kecepatan tertinggi yang mencapai defisit satu hingga dua kilometer per jam ini mengakibatkan hilangnya waktu hampir dua sepersepuluh detik per putaran. Dalam balapan sepanjang 55 lap, akumulasi kerugian tersebut terasa sangat menyakitkan dan membuat perjuangan sang pembalap asal Inggris semakin berat untuk mempertahankan posisi kompetitifnya di barisan depan.
Prinsipal tim McLaren, Andrea Stella, sebelumnya telah mengonfirmasi adanya anomali data aerodinamika dan akselerasi di area yang dibatasi tenaga pada mobil Norris. Meskipun selisih kecepatan puncaknya tergolong tipis, dampaknya secara statistik sangat nyata terhadap catatan waktu putaran keseluruhan.

Kendati dihadapkan pada kendala teknis yang pelik, sang juara dunia 2025 itu dengan kesatria menolak untuk terus menerus menjadikan masalah mobil sebagai alibi semata. Ia mengakui bahwa masih terdapat aspek-aspek balap yang bisa ia eksekusi secara lebih optimal demi mendongkrak performa pribadi jelang seri balap berikutnya.
Situasi pelik tersebut sempat hampir berubah menjadi bencana besar menjelang akhir lomba ketika periode safety car diaktifkan. Beruntung, ia mampu mengamankan finis di zona poin pada peringkat kesembilan setelah melakukan tindakan evakuasi cepat ke area gravel di Tikungan 1 guna menghindari tabrakan beruntun dengan pembalap di depannya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!