SPONSORED

Komatsu Ungkap Keterbatasan Terbesar Haas di F1

Notifikasi
0
Komatsu Ungkap Keterbatasan Terbesar Haas di F1 TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Ketika Ayao Komatsu berbicara tentang masa depan Haas, nada suaranya tenang, tapi kata-katanya tegas. Tim asal Amerika itu sudah sepuluh tahun berlaga di Formula 1, merasakan manisnya finis kelima klasemen konstruktor pada 2018, tapi juga pahitnya musim-musim tanpa poin. Kini, di tengah upaya naik ke level berikutnya, Komatsu mengakui ada satu tembok besar yang menghadang: keterbatasan sumber daya.

Berbeda dengan rival sekelas Mercedes atau Red Bull yang punya ratusan insinyur dan fasilitas super lengkap, Haas beroperasi dengan jumlah personel paling sedikit di grid. Dampaknya langsung terasa di sirkuit. Proses pengembangan dan pemasangan komponen baru ke mobil butuh waktu lebih lama, karena semua harus diprioritaskan dengan ketat. "Kami harus memprioritaskan banyak hal, dan progresnya lambat karena sumber daya, perangkat, dan lingkungan yang kami miliki," ujar Komatsu kepada media, termasuk RacingNews365.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan ini bukan hanya soal satu bagian, melainkan merembet ke seluruh aspek operasional. Dari ruang desain hingga mobil sampai di trek, semuanya butuh waktu ekstra. "Reaksinya bagus, tapi dari reaksi itu sampai solusi terpasang, kami butuh waktu lebih lama dari tim lain," tambahnya.

Honda's First F1 Engine Upgrade at Zandvoort Targets Drivability
Read AlsoHonda's First F1 Engine Upgrade at Zandvoort Targets Drivability

Pada akhirnya, semua bermuara pada satu hal: uang. Komatsu dengan gamblang menyebut pendapatan sebagai akar masalah. "Terutama finansial. Dari sisi struktur, saya tidak melihat masalah besar. Tapi ada banyak hal yang bisa diperbaiki dengan pendapatan yang lebih baik," katanya. Ia mencontohkan pengumuman tiga mitra baru dalam dua bulan terakhir sebagai bukti bahwa Haas perlahan membangun fondasi finansial yang lebih kuat.

ADVERTISEMENT

Haas saat ini duduk di posisi ketujuh klasemen konstruktor dengan 27 poin. Namun, lima balapan beruntun tanpa poin membuat tekanan semakin terasa. Komatsu menyadari bahwa dengan satu orang memegang banyak peran, efisiensi justru bisa menurun. "Di luar titik tertentu, tim kecil itu tidak efisien. Karena itu, saya pasti akan merekrut dan memperkuat beberapa departemen," tegasnya.

Perjalanan Haas masih panjang. Tapi dengan strategi rekrutmen dan tambahan sponsor, Komatsu percaya timnya bisa memberikan perlawanan lebih sengit. "Kami perlahan tapi pasti mendapatkan mitra yang tepat untuk berkembang bersama," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU