Kai Allen akhirnya buka suara terkait saga tekanan ban yang membelit hasil gemilangnya di Perth Super440. Pembalap muda Grove Racing itu finis kelima di heat ketiga setelah start dari posisi belakang akibat gagal di kualifikasi karena masalah power steering.
Masalah muncul ketika dua ban mobilnya terdeteksi berada di bawah batas minimum 16 psi di grid sebelum balapan. Meski pelanggaran terbukti, Grove Racing berhasil membatalkan hukuman lewat argumentasi di hadapan stewards Motorsport Australia.
Namun, Supercars mengambil langkah tak lazim dengan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Sidang akan digelar Senin pekan depan di Melbourne, membuat status hasil balapan Allen di akhir pekan itu masih menggantung.

Dalam podcast Drivers Only, Allen mengaku tak banyak tahu soal teknis ban, tetapi kecewa karena kasus yang sudah ditutup kembali dibuka. "Semua ada di tim. Saya tidak pernah menyentuh alat pengukur tekanan ban seumur hidup, jadi saya tidak paham," ujarnya.
"Sedikit mengecewakan bahwa sudah ada keputusan, tapi kemudian mereka menariknya kembali. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya akan sangat senang atau sangat kecewa, tapi kita lihat saja," tambah Kai Allen.
Ia juga menyoroti betapa tipisnya margin dalam balap modern. "Kami mengejar margin yang sangat tipis dan semua orang pasti mendorong batas. Tapi saya tidak bisa memberi jawaban. Saya serahkan ke tim. Pada akhirnya, apa pun yang terjadi, ya sudah," kata pembalap yang digadang-gadang sebagai calon bintang Supercars itu.
Jika banding Supercars berhasil, sanksi yang mungkin dijatuhkan mulai dari pengurangan poin klasemen tim hingga diskualifikasi dari hasil balapan. Keputusan ini akan menjadi preseden penting bagi masa depan regulasi teknis di Supercars Championship.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!