Ricard Jove tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Pedro Acosta setelah pembalap muda itu mengamankan kemenangan perdananya di MotoGP pada Grand Prix Austria. Dalam episode terbaru podcast 'Duralavita', analis veteran Spanyol itu menyebut kemenangan Acosta sebagai sesuatu yang sudah lama dinanti dan bukan sekadar kebetulan semata.
“Dia sudah sering menembak ke mistar, dan akhirnya gol itu harus terjadi. Motornya telah berkembang, terutama setelah revisi mesin yang memberi mereka tambahan putaran, dan itu terlihat jelas. KTM lain juga membaik, Pol Espargaro juga tampil oke,” ujar Jove, mengawali analisisnya. Ia menekankan bahwa peningkatan teknis KTM memainkan peran besar, tetapi yang membedakan Acosta dari pembalap KTM lainnya adalah determinasi yang luar biasa.
“Sekali lagi, perbedaan antara Pedro yang berada di posisi keempat klasemen dengan KTM lain, Binder, yang ada di posisi ketiga belas, adalah pada titik determinasi itu. Kemenangan ini sangat berharga karena kerja keras KTM yang melewati masa-masa sulit, terutama tahun lalu,” tambahnya. Jove juga menyoroti bagaimana Acosta bangkit dari kesalahan di Sprint Race, di mana ia salah memilih gigi dan kehilangan peluang, serta terjatuh di warm-up. Namun, pada balapan utama, ia tampil dominan dan tidak mengulangi kesalahan, meski harus menghadapi tekanan dari Jorge Martin yang kuat.

Kemenangan Acosta tidak hanya bersejarah bagi pembalap muda itu, tetapi juga memberi warna baru pada persaingan gelar. “Ini memberi kami lebih banyak kehidupan karena untuk kejuaraan, kami memiliki satu elemen lagi yang bisa menambah atau mengurangi keuntungan bagi yang lain. Untuk tontonan, luar biasa, dan untuk masa depan, saya pikir Marc Marquez mengatakannya dengan baik: Acosta adalah masa kini dan masa depan MotoGP yang sangat jelas,” tegas Jove.
Sementara itu, Jorge Martin berhasil merebut kembali puncak klasemen setelah memenangi Sprint Race dan finis kedua di balapan utama. Marc Marquez, yang mengalami masalah rem pada Ducati-nya, harus puas finis di posisi kelima. Meski demikian, Jove menilai Marquez masih memiliki sesuatu yang membuatnya tetap berbahaya dalam perebutan gelar. “Martin, dari Top 5, adalah yang paling sedikit memiliki hasil nol. Itu menunjukkan konsistensinya, tetapi Marquez masih punya keunggulan lain,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.
Persaingan gelar musim ini semakin menarik dengan munculnya Acosta sebagai kandidat kuat. Kemenangan di Austria membuktikan bahwa ia tidak hanya cepat, tetapi juga mampu mengatasi tekanan dan bangkit dari kesalahan. KTM pun semakin percaya diri setelah melalui periode sulit. Dengan sisa musim yang masih panjang, duet Martin dan Marquez tidak bisa lagi mengabaikan kehadiran Acosta yang siap mengguncang papan atas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!