Jorge Martin harus menerima kenyataan pahit di Sirkuit Motegi setelah menyadari bahwa kecepatan terbaiknya belum cukup untuk membendung kedigdayaan sang rival utama.
Memulai balapan dari posisi terdepan, pembalap asal Spanyol tersebut sempat memimpin jalannya lomba dengan performa motor Aprilia yang jauh lebih kompetitif ketimbang musim lalu. Namun, tekanan konstan yang diberikan oleh Marc Marquez akhirnya membuahkan hasil ketika sang juara dunia mampu merebut pimpinan lomba di Tikungan 9 jelang paruh pertama balapan.
Martin mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kendala konsumsi bahan bakar yang memaksanya sedikit mengatur ritme, memberikan celah bagi Marquez untuk mengambil alih kendali. Meski telah berusaha menekan hingga garis finis, ia harus puas finis kedua dengan selisih 1,3 detik di belakang pembalap pabrikan Ducati tersebut.

Hasil di Motegi membuat persaingan perebutan gelar juara dunia semakin memanas, di mana jarak poin kini, menurut catatan klasemen, terpangkas sangat tipis hingga hanya menyisakan dua angka saja di antara kedua pembalap teratas.
"Bahkan pada salah satu hari terbaik saya, rasanya mustahil untuk bisa mengalahkannya akhir pekan ini," aku Martin seusai balapan, sembari tetap mengambil sisi positif dari kemajuan pesat motornya di trek yang biasanya menyulitkan pabrikan Noale.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!