Joan Mir akhirnya membeberkan alasan di balik absen panjangnya dari balapan MotoGP selama enam pekan terakhir yang disebabkan oleh gangguan penglihatan dan kelelahan kronis. Juara dunia 2020 tersebut harus menepi dari paddock sejak pertengahan September setelah mengalami masalah fisik usai Grand Prix San Marino dan hasil tes darah yang buruk.
Pebalap asal Spanyol ini terpaksa melewatkan serangkaian balapan krusial di Austria, Jepang, Indonesia, dan Australia. Selama masa pemulihan, banyak spekulasi beredar di paddock mengenai kondisinya, hingga akhirnya ia mengonfirmasi sendiri bahwa gangguan penglihatan menjadi akar dari masalah kelelahan ekstrim yang ia rasakan di paruh pertama musim ini.
"Saya sangat senang bisa kembali," ujar Joan Mir ketika ditanya oleh The Race mengenai kondisinya. "Ini adalah periode di mana saya benar-benar harus berhenti, karena saya mengalami beberapa masalah penglihatan yang pada awalnya tidak kami ketahui secara pasti apa yang sedang terjadi."

Ia menambahkan bahwa kelelahan ekstrem yang dialaminya semakin memburuk pada balapan-balapan terakhir sebelum ia memutuskan untuk berhenti total. Setelah menjalani perawatan intensif bersama direktur medis MotoGP, Dr. Charte, serta serangkaian tes medis yang panjang, akar permasalahan tersebut akhirnya berhasil diidentifikasi dan diatasi.
Musim ini sendiri bukanlah musim yang mudah bagi Joan Mir bersama Honda, di mana ia tercatat sering mengalami kecelakaan dalam balapan utama sebelum akhirnya harus menepi. Kini, dengan rencana pengobatan yang tuntas dan kondisi tubuh yang jauh lebih bugar, ia siap kembali tampil 100 persen pada akhir pekan ini di Grand Prix Malaysia di Sepang, bersama rekan setimnya Luca Marini yang juga telah pulih dari sakit.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!