Mantan pembalap ikonik Ferrari, Jean Alesi, memberikan pandangan tajam mengenai performa tim asal Maranello tersebut yang terus menunjukkan tren positif jelang akhir musim Formula 1 2026. Meskipun isu defisit tenaga pada unit daya kerap menjadi sorotan utama, Alesi meyakini bahwa masih ada aspek teknis krusial lain yang wajib dibenahi oleh skuad kuda jingkrak demi bersaing secara konsisten di barisan depan.
Dalam beberapa balapan terakhir, Charles Leclerc sukses mengamankan posisi podium kedua berturut-turut di Singapura dan Amerika Serikat, meski harus mengakui keunggulan kecepatan dari Max Verstappen serta rival-rival lainnya. Peningkatan performa ini tidak lepas dari introduksi paket pembaruan aerodinamika terakhir pada mobil SF-26 di Sirkuit Austin, yang terbukti membantu pembalap tampil jauh lebih agresif saat balapan dibanding sesi kualifikasi.
Kendati demikian, perdebatan mengenai kelemahan power unit Scuderia Ferrari terus bergulir di paddock. Menanggapi situasi tersebut, Jean Alesi meluruskan bahwa problem utama tim tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya pada sektor mesin saja, melainkan ada faktor hambatan udara atau drag pada bodi mobil yang turut memengaruhi top speed di trek lurus.

“Non sono convinto che i problemi della Ferrari siano dovuti solo al motore,” ujar Alesi dalam kolom regulernya, seraya menambahkan bahwa hambatan angin seringkali menjadi penentu krusial untuk mendongkrak kecepatan maksimal di lintasan lurus.
Lebih lanjut, mantan bintang F1 tersebut memproyeksikan bahwa Ferrari memiliki peluang besar untuk menutup musim ini dengan performa gemilang, khususnya dalam memangkas jarak poin melawan Mercedes di klasemen kejuaraan konstruktor. Situasi ini memperlihatkan potensi besar SF-26 untuk bangkit dan memberikan perlawanan sengit hingga seri pamungkas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!