Keputusan Honda untuk memaksimalkan jatah pengembangan power unit di Formula 1 2026 ternyata menyimpan kejutan. Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, mengungkap bahwa upgrade ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) kedua telah diperkenalkan jauh sebelum banyak pihak menduga, tepatnya pada Grand Prix Spanyol, dengan fokus pada turbocharger. Pengungkapan ini menepis anggapan bahwa Honda hanya akan menggunakan satu dari dua kesempatan ADUO yang diberikan FIA.

Sejak awal musim, Aston Martin dan Honda memang harus berjuang keras. Performa mereka baru mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah paket upgrade sasis besar diperkenalkan di Hungaroring. Di Zandvoort, tim juga memasang power unit dengan upgrade ADUO pertama. Namun, siapa sangka jika upgrade kedua sudah diam-diam meluncur di sirkuit Barcelona?
"Kami menggunakan keduanya," ujar Watanabe kepada Motorsport.com, ketika ditanya mengapa Honda memutuskan hanya memakai satu upgrade ADUO. "Kami memperkenalkan upgrade ADUO pertama di Belanda, lalu kami memasang PU dengan update kedua ke mobil Lance Stroll di Grand Prix Spanyol. PU Spec 2 yang kami perkenalkan di Belanda memiliki beberapa masalah drivability, jadi kami memasang turbo yang lebih baik di Spanyol."

Data dari FIA menunjukkan bahwa mobil Stroll memang menggunakan turbocharger kelima musim ini di GP Spanyol. Sementara itu, mobil Fernando Alonso juga mendapat turbo kelima, yang tampaknya versi upgrade, di GP Azerbaijan. Langkah ini menegaskan bahwa Honda serius ingin mengatasi kelemahan pada power unit mereka, terutama masalah turbo lag yang sempat dikeluhkan.
Watanabe menjelaskan bahwa tujuan utama dari upgrade turbo adalah untuk mengatasi turbo lag. "Ya," jawabnya singkat. Ia kemudian membeberkan alasan di balik pengenalan bertahap. "Akan lebih baik jika kami bisa memperkenalkan semuanya sekaligus, tetapi penting untuk memperkenalkan Spec 2 di Belanda terlebih dahulu. Kami juga bekerja pada langkah-langkah untuk mengatasi turbo lag secara paralel, jadi kami memperkenalkannya di Spanyol. Jadi penerapannya terbagi menjadi dua."
Meski demikian, Watanabe mengakui bahwa Honda belum sepenuhnya mengeksploitasi potensi power unit mereka. Ketika masih memasok Red Bull, Honda tidak diizinkan melakukan upgrade performa, tetapi mereka terus menggunakan simulasi untuk menentukan batas operasional PU dan secara bertahap menaikkannya dari tahun ke tahun. Inilah yang disebut Honda sebagai "pengembangan keandalan". Contohnya, pada 2024 Red Bull mengadopsi sidepod yang sangat kecil dan mengurangi ukuran bukaan pendingin, yang dimungkinkan oleh peningkatan batas operasional PU.
Dengan strategi ADUO yang sudah habis, Honda kini fokus pada optimalisasi power unit yang ada. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memaksimalkan performa tanpa jatah pengembangan tambahan, sambil tetap menjaga keandalan. Bagi Aston Martin, kerja sama dengan Honda ini menjadi penentu apakah mereka bisa bangkit dan bersaing di papan atas musim depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!