Lewis Hamilton merasa telah menemukan sosok yang ia sebut sebagai "Bono Italia" di tim Ferrari setelah melalui musim 2025 yang sulit. Pembalap asal Inggris itu kini bekerja sama dengan insinyur balap baru, Carlo Santi, yang menggantikan Riccardo Adami.
Santi, yang sebelumnya menjadi insinyur balap Kimi Raikkonen saat meraih kemenangan terakhirnya di GP Amerika Serikat 2018, dipercaya mengisi posisi yang ditinggalkan Adami. Adami sendiri dipindahkan ke peran lain di dalam tim setelah gagal membangun hubungan yang setara dengan hubungan Hamilton dan Peter Bonnington di Mercedes.
Hamilton mengaku hubungannya dengan Santi sudah langsung nyambung sejak awal. Ia bahkan menyebut Santi sebagai "OG" yang tenang dan berpengalaman, mirip dengan gaya Bonnington yang membantunya meraih enam gelar dunia di Mercedes.

"Dengan Bono, semuanya langsung cocok dari awal. Saya merasa Carlo seperti Bono Italia saya. Saya bilang begitu ke Bono tempo hari. Dia (Santi) tipe orang yang sudah malang melintang dan sangat kalem," ujar Hamilton kepada media, termasuk RacingNews365.
Hamilton juga menjelaskan betapa pentingnya komunikasi yang presisi antara pembalap dan insinyur balap. "Kami bisa membedah masalah tikungan demi tikungan, dari entry, middle, hingga exit. Dengan Santi, detail itu bisa kami gali bersama," tambahnya.
Musim 2025 memang menjadi musim yang berat bagi Hamilton di Ferrari. Ia gagal meraih podium sekali pun, jauh dari ekspektasi saat ia pindah dari Mercedes. Namun, dengan kehadiran Santi, Hamilton optimistis performanya bisa bangkit di 2026.
Perubahan ini menjadi salah satu kunci kebangkitan Hamilton yang mulai terlihat di tes pramusim. Akankah duet Hamilton-Santi mampu mengembalikan kejayaan Lewis Hamilton di grid? Musim 2026 akan menjawabnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!