Lewis Hamilton mengaku telah menemukan sosok yang ia sebut sebagai "Bono Italia"—merujuk pada Peter Bonnington, insinyur balap lamanya di Mercedes—dalam diri Carlo Santi, insinyur balap barunya di Ferrari. Koneksi instan ini disebut-sebut menjadi kunci kebangkitan performa Hamilton di musim 2026 setelah musim debut yang sulit bersama Scuderia.
Keputusan Ferrari untuk mengganti Riccardo Adami dengan Carlo Santi sebelum musim 2026 sempat dipertanyakan. Adami, yang sebelumnya bekerja dengan Sebastian Vettel dan Carlos Sainz, gagal meniru dinamika ikonik yang pernah dibangun Hamilton bersama Bonnington di Mercedes—duet yang menghasilkan 83 kemenangan dan enam gelar juara dunia.
Kini, Hamilton merasa Santi—yang pernah menjadi insinyur balap Kimi Raikkonen saat kemenangan GP Amerika Serikat 2018 di Austin—adalah sosok yang tepat. "Dia itu seperti Bono Italia-ku," ujar Hamilton kepada media. "Dia sedikit OG, terasa seperti orang yang lebih tua yang sudah banyak makan asam garam dan sangat tenang."

Hamilton mengaku hubungan baik dengan Adami sebenarnya juga terjalin, tetapi butuh waktu untuk memahami kebutuhan masing-masing. "Dengan Bono, itu langsung klop sejak awal. Sebagian besar, dia punya hubungan kerja yang baik dengan Michael [Schumacher], dan aku merasa Carlo seperti Bono Italia-ku," katanya.
"Kamu bisa dengar di radio, tapi ini detail yang bisa kami gali bersama dengan pemahaman kami di sisi teknis," tambah Hamilton, menggambarkan kedalaman komunikasi yang kini terjalin.
Kimia instan antara Hamilton dan Santi langsung membuahkan hasil besar di 2026. Hamilton berhasil meraih kemenangan penting di Barcelona dan kini duduk di posisi kedua klasemen sementara kejuaraan dunia, menandakan kebangkitan yang dinanti-nantikan para penggemar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!