SPONSORED

Hamilton Sebut Kolaborasi Kunci Sukses Ferrari di 2026

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Hamilton Sebut Kolaborasi Kunci Sukses Ferrari di 2026 TO NEWS OVERVIEW
Hamilton heads into the Dutch GP weekend, second in the standings

Lewis Hamilton kembali menunjukkan tajinya di musim 2026 bersama Ferrari. Setelah melalui musim debut yang mengecewakan, kini pebalap asal Inggris itu tampil perkasa dan menjadi penantang serius gelar juara Formula 1.

Memasuki paruh kedua musim yang dibuka dengan Grand Prix Belanda di Zandvoort, Hamilton duduk di posisi kedua klasemen dengan lima podium, termasuk kemenangan perdananya bersama Ferrari di Barcelona. Ia hanya terpaut 50 poin dari pemimpin klasemen, Andrea Kimi Antonelli.

Hamilton mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya adalah kolaborasi yang erat dengan tim. "Ini kombinasi dari banyak hal. Kami membuat banyak perubahan pada mobil. Bukan hanya satu hal, tapi semua bagian dari teka-teki. Kami memindahkan banyak hal, mengubah proses rekayasa. Mobil generasi baru ini sangat berbeda. Kami telah membuat banyak perubahan, dan saya pikir kami berada di posisi yang lebih baik. Kami punya kolaborasi yang hebat sekarang. Butuh satu tahun untuk menyelaraskannya," ujarnya kepada media termasuk Motorsport Week.

Chandhok: Verstappen's Long Deal Shows Red Bull Belief
Read AlsoChandhok: Verstappen's Long Deal Shows Red Bull Belief

Musim lalu, Hamilton kesulitan beradaptasi dengan karakter SF-25 karena minimnya input langsung dalam pengembangan mobil. Namun untuk musim 2026, ia mengaku masukannya sangat krusial dalam membentuk konsep SF-26. Hasilnya, ia merasa Ferrari kini memiliki formula yang tepat.

ADVERTISEMENT

"Kami bergerak ke arah yang benar secara kolektif. Hal-hal yang saya minta akhirnya terwujud seiring waktu. Hasil membuktikannya. Saya rasa kami punya formula yang tepat sekarang. Kami akan terus meningkatkan diri," tambahnya.

Hamilton bahkan menyebut Ferrari sebagai inovator, dengan desain sayap belakang 'Macarena' yang menarik perhatian tim lain seperti Red Bull dan McLaren. "Tahun lalu saya bilang Ferrari harus jadi inovator, semua orang harus mengikuti. Tahun ini kami inovator. Banyak yang mengikuti desain sayap dan sistem knalpot kami. Kami berada di titik yang manis," jelasnya.

Zandvoort sendiri menjadi kenangan pahit bagi Hamilton musim lalu, saat ia mengalami kecelakaan dan menyebabkan Ferrari meraih DNF ganda yang menyakitkan. Namun akhir pekan ini, ia bertekad tampil lebih baik dan memperkecil jarak dengan Antonelli di puncak klasemen.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU