SPONSORED

Hamilton Kritik Sprint Race Monaco di Kalender F1 2027

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Hamilton Kritik Sprint Race Monaco di Kalender F1 2027
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton believes there could be a solution to Monaco’s entertainment problem – but a Sprint Race is not one of them

Lewis Hamilton menolak logika di balik keputusan menambahkan Sprint Race pada Grand Prix Monaco di kalender Formula 1 2027. Pembalap Mercedes itu menilai format balapan pendek bukan solusi untuk sirkuit jalanan yang sempit dan sulit menyalip tersebut.

Kalender F1 2027 kembali dijadwalkan 24 seri, dengan kembalinya Istanbul dan Portimao yang terakhir digelar pada 2021. Namun, jumlah Sprint Race meningkat menjadi 10, salah satunya di Monaco. Monaco memang sering dikritik karena minim overtake, dan pada 2025 sempat diterapkan aturan wajib dua kali pit stop untuk menambah hiburan.

Juara dunia bertahan, Lando Norris, meski tampak skeptis, memberikan alasan di balik keputusan tersebut. Ia berteori bahwa dua sesi latihan bebas yang berkurang bisa memicu kekacauan di lintasan karena pembalap memiliki waktu lebih sedikit untuk menemukan titik optimal.

Hamilton Slams Monaco Sprint Race Logic for F1 2027
Read AlsoHamilton Slams Monaco Sprint Race Logic for F1 2027

Namun, saat berbicara kepada media menjelang Grand Prix Azerbaijan, Hamilton tidak memberi ruang untuk argumen tersebut. "Itu tidak masuk akal bagi saya," ujarnya. "Saya tidak membuat keputusan, tentu saja, tapi sisi positifnya mungkin kita mendapat sesi kualifikasi lain yang cukup keren."

ADVERTISEMENT

Hamilton menegaskan bahwa Monaco membutuhkan sesuatu yang berbeda, bukan sekadar format balapan yang sama seperti di tempat lain. "Saya selalu bilang Monaco butuh sesuatu yang berbeda, saya tidak berpikir itu harus menjadi formula balapan yang sama seperti di tempat lain," tambahnya. "Kami sudah memasukkan Sprint Race, yang menurut saya benar-benar membawa sesuatu yang baru bagi olahraga ini, tapi saya pikir kita harus menemukan sesuatu yang baru untuk tempat seperti itu."

Ia juga memuji keindahan Monaco sebagai negara dan sirkuit yang luar biasa untuk dikendarai, tetapi mengkritik balapannya yang membosankan. "Ini tempat yang indah, negara yang indah, sirkuit yang luar biasa untuk dikendarai, tapi balapannya sangat membosankan. Jadi saya tidak tahu apa solusinya, tapi Sprint Race bukan jawabannya," tegasnya.

Kritik Hamilton ini menyoroti tantangan unik Monaco di era modern F1. Sirkuit sempit dan tikungan tajam membuat manuver menyalip nyaris mustahil tanpa risiko tabrakan. Penambahan Sprint Race justru dikhawatirkan memperbesar risiko insiden dan mengurangi kualitas balapan utama. Keputusan F1 untuk tetap memasukkan Monaco dalam daftar Sprint 2027 menuai pro dan kontra, dengan Hamilton menjadi suara paling vokal menentangnya.

ADVERTISEMENT

Dengan pernyataan tegas ini, Hamilton kembali menegaskan posisinya sebagai pembalap yang tidak takut menyuarakan pendapat demi kebaikan olahraga, meski harus berseberangan dengan pihak pengelola. Apakah F1 akan meninjau ulang keputusan ini? Waktu yang akan menjawab, tetapi kritik Hamilton setidaknya membuka diskusi penting tentang masa depan Monaco di kalender Sprint.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU