Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan, tetapi kali ini bukan karena aksinya di lintasan. Mantan juara dunia itu dinilai telah "menggerogoti" kepemimpinan Fred Vasseur di Ferrari. Tudingan ini dilontarkan oleh komentator Sky Sports, David Croft, yang menyoroti pernyataan Hamilton tentang hubungan eratnya dengan Ketua Ferrari, John Elkann.
Sejak bergabung dengan Ferrari, Hamilton memang sempat menunjukkan performa menjanjikan, termasuk kemenangan perdananya di Barcelona. Namun, tajamnya rival membuat Scuderia tertinggal, terutama dalam pengembangan unit tenaga. Kini, Hamilton terpaut 103 poin dari pemimpin klasemen, Andrea Kimi Antonelli. Tekanan pun mengarah ke Vasseur, yang dianggap bertanggung jawab atas kemunduran tim.
Isu pergantian manajemen mencuat setelah Christian Horner dikabarkan melamar ke Ferrari. Spekulasi semakin kencang, tetapi Ferrari segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung Vasseur sepenuhnya jelang GP Bahrain di Malaysia. Dukungan itu seharusnya meredam rumor, namun justru memunculkan pertanyaan lain: siapa sebenarnya yang memegang kendali di Maranello?

Ketika ditanya apakah Vasseur adalah orang yang tepat untuk memimpin tim, Hamilton hanya menjawab singkat, "Ya." Ia kemudian memuji hubungannya dengan Elkann. Bagi Croft, pernyataan ini justru menimbulkan keraguan. "Saya tidak mengkritik Lewis, tapi ketika dia bilang 'Saya punya hubungan hebat dengan John Elkann, kami sangat dekat', bukankah itu sedikit menggerogoti Fred?" ujar Croft di Sky Sports F1 Show.
Croft mempertanyakan struktur kekuasaan di Ferrari. "Jika John Elkann mengambil peran langsung seperti yang saya yakini, bagaimana Anda mengharapkan principal tim Anda memiliki otoritas?" tambahnya. Ini bukan pertama kalinya Ferrari menghadapi ketidakpastian arah. Sejak terakhir merebut gelar konstruktor pada 2008, berbagai nama seperti Stefano Domenicali, Maurizio Arrivabene, dan Mattia Binotto telah mencoba mengembalikan kejayaan, namun belum membuahkan hasil.
Kehadiran Horner dianggap beberapa pihak sebagai solusi, tetapi Croft tidak setuju. Menurutnya, kesuksesan Horner di Red Bull terjadi karena ia juga menjabat sebagai CEO, sehingga memiliki otonomi penuh. "Di Ferrari, sampai Anda memberikan otonomi yang sama, Anda hanya akan mengulangi kesalahan yang sama," tegas Croft. Ferrari memang menegaskan tidak tertarik merombak manajemen dalam waktu dekat, tetapi bayang-bayang krisis kepemimpinan terus menghantui.
Bagi Hamilton, fokusnya jelas: mengembalikan performa di lintasan. Namun, pernyataannya tentang Elkann telah membuka diskusi tentang dinamika kekuasaan di dalam tim. Akankah Vasseur mampu mempertahankan otoritasnya, ataukah ini awal dari perubahan besar di Ferrari? Waktu yang akan menjawab, dan para penggemar Formula 1 tentu menantikan langkah selanjutnya dari tim legendaris Italia tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!