Lewis Hamilton angkat bicara mengenai anggapan bahwa dirinya gagal beradaptasi dengan mobil era ground-effect Formula 1. Pembalap Ferrari itu menegaskan bahwa performanya di era tersebut tetap lebih baik dibandingkan mayoritas pembalap lain, bahkan saat dirinya kesulitan bersama Mercedes.
Hamilton memang mendominasi F1 dari 2014 hingga akhir dekade, dengan enam gelar juara dunia dalam tujuh musim. Namun, setelah kekalahan kontroversial dari Max Verstappen pada 2021, performanya menurun drastis. Banyak pihak mengaitkan penurunan itu dengan karakter mobil ground-effect yang diperkenalkan pada 2022, yang dinilai tidak cocok dengan gaya balapnya.

Namun, Hamilton membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa gaya balapnya tidak berubah sejak era sebelumnya. "Balapan yang saya menangkan di generasi mobil sebelumnya, saya membalap dengan cara yang persis sama seperti hari ini," ujarnya. "Jadi, ada banyak pembicaraan tentang bagaimana generasi mobil itu tidak cocok untuk saya, [tapi] saya tetap memenangkan lebih banyak balapan daripada kebanyakan pembalap lain pada periode itu."

Musim ini, performa Hamilton kembali meningkat. Ia memimpin perlawanan Ferrari dengan mobil yang lebih ringan dan lincah. Hamilton menjelaskan bahwa mobil generasi baru lebih mudah dikendalikan dan lebih forgiving, tanpa masalah bouncing yang mengganggu. "Mobil hari ini sedikit lebih mudah, lebih forgiving, dan lebih ringan. Mereka tidak memiliki bouncing," jelasnya.
Hamilton juga menyoroti perubahan dalam manajemen tenaga, yang menjadi elemen krusial di era baru ini. "Sebelumnya hanya tentang drivability, sedangkan hari ini drivability adalah tentang di mana mereka deploying, dan Anda mengubahnya sepanjang waktu," katanya. "Memahami bahwa Anda bisa memengaruhi dengan setengah throttle, off-throttle, on-throttle, 10% off, itu mengubah deployment sepanjang lap, jadi memahami hal itu bahkan lebih penting daripada sebelumnya."
Pernyataan ini muncul setelah Lewis Hamilton menjalani paruh pertama musim 2026 yang solid bersama Ferrari. Meski sempat kesulitan di musim pertamanya bersama tim asal Italia itu, kini ia kembali menemukan performa terbaiknya. Hasilnya pun mulai sebanding dengan rekan setimnya, Charles Leclerc.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!