Isack Hadjar akhirnya buka suara soal cedera pergelangan tangan yang memaksanya menepi selama enam pekan dari lintasan Formula 1 2026. Pembalap Red Bull Racing itu mengalami patah tulang di pergelangan tangan saat latihan selama libur musim panas, tepat sebelum Grand Prix Belanda di Zandvoort. Akibatnya, ia harus absen dan memaksa Red Bull serta Racing Bulls mengatur ulang susunan pembalap mereka.
Kembalinya Hadjar ke kokpit sempat menjadi tanda tanya besar. Setelah absen di Zandvoort, ia juga melewatkan dua balapan berikutnya atas rekomendasi dari bintang MotoGP, Marc Marquez, yang dikenal akrab dengan cedera dan pemulihan menggunakan pen. Spekulasi tentang penyebab cedera pun mencuat, hingga akhirnya terungkap bahwa insiden terjadi saat ia berlatih tinju. Hadjar sendiri baru mengonfirmasi hal itu setelah naik podium di Baku akhir pekan lalu.
“Sudah cukup lama sekarang,” ujar Hadjar dalam konferensi pers usai balapan. “Rasanya seperti saya menjalani libur musim dingin penuh, yang sebenarnya bukan hal yang Anda inginkan di tengah musim. Jadi, saya sangat merindukan momen-momen itu. Adrenalin, lap-lap Q3, start ulang, dan bertarung dengan pembalap lain. Itulah yang saya cintai. Semoga lain kali saya lebih menggunakan otak saat berlatih tinju.”

Sebelumnya, Hadjar enggan membahas detail cedera. Ketika ditanya apakah tim melarangnya berlatih tinju untuk sementara, ia hanya berkomentar singkat: “Lain kali saya akan lebih berhati-hati.” Baik Hadjar maupun tim Red Bull tidak pernah mengungkap secara rinci jenis cederanya, yang memicu berbagai spekulasi. Baru di Baku, ia menjelaskan bahwa itu adalah “patah tulang kecil di sisi luar pergelangan tangan, dan prosesnya cukup panjang.” Deskripsi ini berbeda dengan klaim yang beredar bahwa ia mengalami fraktur scaphoid, karena scaphoid terletak di sisi dalam pergelangan, di belakang ibu jari.
Cedera pergelangan tangan memang cenderung membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama karena area tersebut terus digunakan, memberi tekanan pada tulang karpal bahkan saat tidak melakukan aktivitas berat. Hal ini sangat mengganggu proses penyembuhan dan bahkan dapat mencegah tulang menyatu kembali dengan benar. Karena itu, atlet disarankan untuk tidak berlatih selama masa pemulihan. Biasanya, pergelangan tangan yang cedera harus diimobilisasi dengan bidai selama enam pekan, sehingga Hadjar kembali ke kokpit pada kesempatan paling awal yang realistis. Kemungkinan ia masih akan merasakan ketidaknyamanan selama beberapa pekan ke depan.
Kembalinya Hadjar di Baku disambut positif oleh tim. Ia langsung menunjukkan performa impresif dengan finis di podium, membuktikan bahwa absennya tidak mengurangi kecepatannya. “Satu detail yang paling mengesankan Red Bull dari kembalinya Hadjar adalah kemampuannya beradaptasi cepat dengan tekanan balapan,” tulis Motorsport.com. Kini, ia akan fokus menjalani sisa musim dan berusaha membantu Red Bull dalam perebutan gelar.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!