Gigi Dall'Igna baru saja menorehkan tinta emas bersama pabrikan asal Borgo Panigale setelah mengantarkan Ducati meraih kemenangan Grand Prix yang keseratus di ajang MotoGP. Angka monumental ini tercipta berkat penampilan gemilang Marc Marquez yang keluar sebagai yang tercepat di Sirkuit Motegi.
Perjalanan panjang ini bermula sejak akhir 2013, ketika sang insinyur jenius asal Italia tersebut mengambil alih kendali teknik proyek balap yang saat itu tengah berada di fase sulit. Lewat tangan dinginnya, Desmosedici bertransformasi menjadi motor paling dominan di grid, sekaligus menjadi pelopor berbagai inovasi aerodinamika dan perangkat elektronik modern yang mengubah peta persaingan.
Meski telah mendulang banyak trofi dan gelar juara dunia, Dall'Igna menyebut kemenangan perdana Andrea Iannone di Austria tetap memiliki tempat paling spesial di hatinya. Momen tersebut menjadi titik balik kebangkitan mentalitas tim yang kini menjelma sebagai kekuatan dominan di paddock.

Lebih dari sekadar statistik kemenangan, insinyur berusia paruh baya ini menilai bahwa akumulasi pengetahuan teknis yang dikumpulkan krunya adalah aset terbesar menghadapi regulasi masa depan. Fondasi riset yang solid memastikan pabrikan merah ini siap menyongsong era baru balap motor tanpa kehilangan daya saing.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!