SPONSORED

F4 Jerman Kembali Bergulir 2027, Hadirkan Hadiah Emas dan 20 Hari Tes

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
F4 Jerman Kembali Bergulir 2027, Hadirkan Hadiah Emas dan 20 Hari Tes TO NEWS OVERVIEW
F4 Jerman Kembali Bergulir 2027, Hadirkan Hadiah Emas dan 20 Hari Tes

Jerman akan kembali memiliki kejuaraan Formula 4 nasionalnya sendiri pada 2027. Setelah empat tahun vakum, seri tujuh putaran ini akan digelar oleh Gedlich Racing bekerja sama dengan Federasi Olahraga Motor Jerman (DMSB).

Langkah ini bukan sekadar nostalgia. Gedlich Racing ingin memanfaatkan momentum kesuksesan Formula Winter Series yang berbasis di Iberia sejak 2023. Namun, berbeda dengan FWS, F4 Jerman akan menjadi kejuaraan bersertifikasi FIA, yang ke-14 di dunia.

Robin Selbach, Managing Director Gedlich Racing, menyampaikan apresiasinya: "Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa dari DMSB, yang bekerja dengan kami – dan bekerja sama dengan FIA – dalam waktu yang lama untuk mewujudkan kesepakatan ini."

100 Races for Albon: Williams' Desire to Atone for 2026
Read Also100 Races for Albon: Williams' Desire to Atone for 2026

Rangkaian balapan akan banyak melekat pada paket pendukung DTM, meski sejumlah event tambahan akan digelar dalam bingkai ADAC Racing Weekend. Demikian disampaikan Stefan Lehner, Head of Racing Series Gedlich. Enam dari tujuh seri dijadwalkan di sirkuit Jerman, dimulai dari Hockenheim, lalu Lausitzring, Norisring, Oschersleben, Nurburgring, dan Sachsenring. Satu seri sisanya akan digelar di Spa-Francorchamps, Zandvoort, atau Red Bull Ring. Kalender final baru akan dirilis September mendatang, dan seluruh balapan akan disiarkan langsung.

ADVERTISEMENT

Setiap ronde akan memuat tiga balapan dan dua sesi kualifikasi. Selain poin super licence, para pembalap akan memperebutkan hadiah uang sebesar i500.000 yang – tidak biasa – akan dibayarkan dalam bentuk emas.

F4 Jerman akan mengadopsi model yang digunakan di sebagian besar Eropa, kecuali Prancis: sasis Tatuus, mesin Abarth dari Autotecnica Motori, dan ban Pirelli. Ini memungkinkan tim untuk turun di beberapa kejuaraan sekaligus, seperti Italia, Eropa Tengah, Spanyol, atau Inggris. Saat ini grid F4 di Eropa sangat padat; kejuaraan Italia dan Eropa Tengah bahkan harus menggunakan sistem heat dan final untuk menampung jumlah peserta. Jadi, permintaan untuk seri baru tampaknya ada.

Kejuaraan sebelumnya yang dikelola ADAC berlangsung dari 2015 hingga 2022, sebelum akhirnya berhenti karena biaya yang meningkat dan dominasi F4 Italia. Kepergiannya meninggalkan kekosongan dalam kancah single-seater nasional Jerman. Di masa kejayaannya, ADAC F4 bersaing ketat dengan Italia sebagai kejuaraan terkuat di Eropa. Daftar juaranya termasuk Theo Pourchaire, Oliver Bearman, dan Kimi Antonelli.

ADVERTISEMENT

Salah satu kritik utama tim terhadap ADAC F4 adalah kurangnya tes pra-event, terutama dibandingkan dengan Italia. Untuk mengatasi hal itu sambil tetap menjaga anggaran, F4 Jerman akan menyediakan 20 hari tes sepanjang musim, termasuk dua tes pramusim.

Presiden Komisi Single-Seater FIA, Emanuele Pirro, menyambut baik seri baru ini: "Ada celah yang jelas di pasar antara kancah karting Jerman yang berkembang pesat dan piramida single-seater internasional. Kejuaraan F4 Jerman yang disertifikasi FIA menjembatani celah itu. Kejuaraan single-seater Jerman selalu kuat di masa lalu, melahirkan banyak juara masa depan. Kembalinya F4 ke negara itu akan menghidupkan kembali tradisi tersebut dan mempromosikan generasi baru talenta."

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU