SPONSORED

Gaya Balap Unik Pedro Acosta Jadi Kunci Performa KTM di MotoGP 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Gaya Balap Unik Pedro Acosta Jadi Kunci Performa KTM di MotoGP 2026
TO NEWS OVERVIEW
Gaya Balap Unik Pedro Acosta Jadi Kunci Performa KTM di MotoGP 2026

Pedro Acosta kembali membuktikan diri sebagai tulang punggung KTM di MotoGP 2026. Pembalap Spanyol itu menjadi satu-satunya rider yang mampu membawa RC16 bersaing di barisan depan, sementara rekan setimnya, Brad Binder, dan pembalap Tech3, Enea Bastianini, masih tertinggal jauh. Direktur teknis KTM, Sebastian Risse, pun angkat bicara mengenai rahasia di balik performa luar biasa Acosta.

Menurut Risse, Acosta memiliki gaya balap yang sangat khas. "Pedro memiliki gaya balap yang cukup istimewa," ujarnya kepada Motorsport.com. "Di satu sisi, dia mengerem dengan keras dan terlambat, tanpa kehilangan kontak roda belakang dengan tanah. Di sisi lain, ada teknik early turn-in yang secara klasik sebenarnya bukan racing line yang benar. Tapi dia mampu membelokkan motor di tikungan dengan cara itu."

Gaya agresif ini membuat Acosta sulit disalip, namun tetap kompetitif di tikungan berikutnya. "Dia tidak kehilangan keunggulan di tikungan keluar seperti yang mungkin terjadi pada pembalap lain yang mencoba gaya serupa," tambah Risse. "Namun, belakangan ini gaya balapnya jauh lebih halus dan terkendali. Dia bisa mengontrol diri dan menggunakan kelebihannya hanya saat memang menguntungkan."

Perez Reveals Near-Miss in F1 Baku, Warns of Safety Risks
Read AlsoPerez Reveals Near-Miss in F1 Baku, Warns of Safety Risks

Acosta sendiri mengakui adanya evolusi dalam gaya balapnya. "Ya, garis balap saya memang masih lebih ketat dari yang lain, tapi tidak seekstrem dulu," akunya. "Dari posisi tubuh, saya merasa jauh lebih mulus. Meski kadang Pedro yang lama masih muncul dan merusak segalanya. Tapi di 90 persen situasi musim ini, saya berusaha tetap tenang."

ADVERTISEMENT

Perkembangan ini terlihat dari data tim. Sejak debut MotoGP pada 2024, Acosta terus memperbaiki diri. Hasilnya, di musim 2026 ia sudah meraih kemenangan sprint di Thailand, podium di Austin, Barcelona, Hungaria, Aragon, dan Misano. Sementara Binder dan Bastianini kesulitan menembus posisi lima besar.

Keunikan gaya Acosta juga menjadi tantangan bagi pembalap lain yang ingin menirunya. Kombinasi pengereman keras, early turn-in, dan kontrol tubuh yang presisi sulit direplikasi. Ini menjadikan Acosta sebagai aset berharga bagi KTM dalam menghadapi dominasi Ducati dan tim-tim papan atas lainnya.

Dengan sisa musim yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah apakah Acosta bisa konsisten di barisan depan dan membawa KTM meraih kemenangan grand prix pertamanya musim ini. Jika terus mengasah gaya balapnya, bukan tidak mungkin ia menjadi penantang serius gelar juara dunia.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU