Franco Colapinto mendapat pembelaan dari Juan Pablo Montoya setelah insiden restart Grand Prix Azerbaijan yang mengakhiri balapan tiga pembalap sekaligus. Mantan pembalap Formula 1 itu membandingkan agresivitas pembalap Alpine tersebut dengan Max Verstappen, dengan menilai keberanian melihat peluang juga dapat membawa risiko kesalahan.
Colapinto dijatuhi penalti turun lima posisi grid untuk Grand Prix Bahrain di Sepang setelah steward menilai dirinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kecelakaan di Tikungan 1 pada lap ke-36. Pembalap Argentina itu membawa terlalu banyak kecepatan, mengunci roda depan, lalu menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly.
Gasly kemudian terdorong ke arah Lando Norris sehingga ketiganya gagal melanjutkan balapan. Steward menilai tidak ada pembalap lain yang berkontribusi terhadap kesalahan tersebut dan tetap menjatuhkan sanksi meskipun insiden terjadi di Tikungan 1 saat restart Safety Car.

Berbicara kepada F1TV, Montoya mengatakan ia memahami alasan Colapinto mencoba mengambil celah yang tersedia. Menurutnya, karakter agresif tersebut memiliki sisi positif sekaligus konsekuensi ketika pembalap terus mencari peluang untuk mendapatkan posisi.
"Hal yang sulit dalam situasi itu adalah ketika Anda agresif, Anda melihat sebuah peluang dan Anda harus mengapresiasinya. Saya mengagumi orang-orang yang mencoba."
Montoya kemudian mengaitkan pendekatan tersebut dengan Verstappen, yang menurutnya juga dikenal selalu berusaha memanfaatkan peluang ketika muncul. Namun, semakin agresif seorang pembalap dalam mengambil kesempatan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya kesalahan.
"Ketika Anda selalu menjadi pembalap seperti Max yang selalu melihat peluang untuk mengambil keuntungan, Anda akan membuat kesalahan."
Montoya juga menilai situasi restart turut memengaruhi pengambilan keputusan Colapinto. Rangkaian mobil yang memadat setelah Safety Car membuat referensi pengereman menjadi sulit diprediksi, terutama ketika pembalap dari bagian belakang rombongan harus mengantisipasi mobil di depannya yang mengerem lebih awal.
"Sulit karena sepertinya semua orang mengerem sangat awal. Saya pikir masalahnya adalah ketika Anda memiliki titik referensi dan datang, entahlah, pada 320 atau 330 kilometer per jam, lalu mengerem pada tanda 120 meter, Anda berharap ketika datang pada kecepatan 200 Anda akan mengerem di tanda 80 meter. Saya pikir dia berharap semua orang akan melaju lebih jauh."
Montoya menambahkan bahwa Colapinto sebenarnya hampir berhasil menghindari tabrakan setelah menyadari antrean mobil di depannya mulai melambat. Namun, keputusan untuk bergerak ke sisi dalam tidak cukup untuk mencegah kontak dengan Gasly yang kemudian menyeret Norris keluar dari balapan.
"Dia hampir menghentikan mobil. Ya, dia membuat kesalahan dan menabrak rekan setimnya serta membawa Lando keluar juga. Maksud saya, dia membuat kesalahan, tetapi jaraknya sangat dekat."
Akibat insiden tersebut, Colapinto akan membawa penalti lima posisi menuju balapan berikutnya di Sepang. Sementara itu, perdebatan mengenai agresivitas saat restart kembali menyoroti batas tipis antara memanfaatkan peluang dan mengambil risiko berlebihan di Formula 1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!