Francesco Bagnaia Bicara Terbuka soal Marquez dan Musim Sulit 2025

Francesco Bagnaia Bicara Terbuka soal Marquez dan Musim Sulit 2025
Francesco Bagnaia © Michelin

Francesco Bagnaia akhirnya berbicara secara terbuka mengenai musim MotoGP 2025 yang ia akui sebagai salah satu periode tersulit dalam kariernya, sekaligus menjelaskan hubungannya dengan Marc Marquez di dalam garasi Ducati Lenovo Team. Pengakuan tersebut disampaikan Bagnaia saat menjadi tamu di podcast Supernova milik Alessandro Cattelan.

Bagnaia tidak menutupi fakta bahwa 2025 menjadi musim yang sangat berat secara performa maupun mental. Setelah empat musim berturut-turut selalu finis pertama atau kedua di klasemen akhir, ia justru merasa kehilangan status sebagai kandidat juara.

“Ada baiknya beristirahat dan merenung; itu sangat membantu, terutama setelah musim yang sulit seperti ini,” ujar Bagnaia.
“Tahun ini kami tidak bisa menemukan keseimbangan untuk tampil cepat secara konsisten. Saya merasa lebih seperti orang luar daripada kandidat juara.”

Menghadapi situasi tersebut, Bagnaia mengakui bahwa sebagian tanggung jawab juga berada di pundaknya. Ia menilai ada momen-momen krusial di mana dirinya gagal tampil maksimal, meski juga diwarnai sejumlah insiden yang merugikan.

“Saya merasa tidak enak karena saya sadar kami bisa berbuat lebih banyak, tetapi dalam beberapa kasus sayalah yang tidak tampil pada waktu yang tepat,” katanya.
“Jika saya berada dalam situasi serupa tahun depan, saya akan lebih siap.”

Bagnaia kemudian merefleksikan perjalanan kariernya dalam beberapa musim terakhir. Ia menyinggung kebangkitan luar biasa pada 2022, inkonsistensi ekstrem pada 2023, serta pola serupa yang berlanjut hingga 2024 dan menjadi salah satu penyebab kegagalan mempertahankan gelar.

ADVERTISEMENT

“Sejak sprint diperkenalkan, Anda harus mendorong diri sejak Jumat pagi,” jelas Bagnaia.
“Jika tidak, Anda akan selalu berada dalam situasi balapan di mana kesalahan bisa terjadi.”

Salah satu aspek yang paling mengganggunya pada 2025 adalah seringnya ia terjebak di tengah rombongan besar pada fase awal balapan. Kondisi ini sangat berbeda dengan kebiasaannya memulai balapan dari barisan depan.

“Tahun ini saya beberapa kali berada di belakang, sampai-sampai saya menyebutnya rumah sakit jiwa,” ungkap Bagnaia.
“Sepersepuluh detik per lap bisa membuat perbedaan besar antara start ketiga atau kedelapan, dan itu sepenuhnya mengubah pendekatan balapan.”

Bagnaia juga menyinggung sisi emosional dunia balap, terutama ketika terjadi insiden serius di lintasan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pengalaman pahit pada 2021, saat tragedi yang menimpa Jason Dupasquier memengaruhi fokus dan performanya.

“Pada 2021 saya tidak memenangkan gelar karena seorang pembalap meninggal di Mugello dan saya melakukan kesalahan bodoh,” katanya.
“Sebagai orang yang sensitif, sangat sulit untuk kembali berkonsentrasi setelah momen seperti itu.”

Mengenai hubungannya dengan Marc Marquez di Ducati, Bagnaia menepis anggapan adanya ketegangan di dalam garasi. Ia justru menggambarkan relasi yang profesional dan saling menghormati.

“Saya tidak pernah memiliki masalah besar; saya akur dengan semua orang,” ujar Bagnaia.
“Jika Anda memiliki pembalap dengan karisma seperti Marc Marquez di garasi, ada dua pilihan: berdebat atau akur. Hubungan kami sangat baik.”

Bagnaia juga membandingkan pendekatan Ducati dengan pengalaman Marquez sebelumnya di Honda, khususnya dalam hal pengembangan motor.

“Di Honda, pengembangan sepenuhnya difokuskan pada Marquez sehingga dia menjadi satu-satunya yang unggul,” jelasnya.
“Metodenya berbeda di Ducati. Di sini, kami bisa mengikuti dua jalur sekaligus.”

Sebagai contoh, Bagnaia mengungkap bahwa Ducati pada musim lalu mengembangkan dua spesifikasi fairing yang berbeda untuknya dan Marquez.

“Kami bekerja dengan dua spesifikasi fairing,” tutup Bagnaia.
“Saya lebih menyukai pengendalian motor, sementara dia lebih memilih fairing yang lebih mengarah ke belakang.”

Pengakuan ini memberikan gambaran mendalam tentang tantangan teknis, mental, dan manusiawi yang dihadapi Bagnaia sepanjang musim 2025, sekaligus memperlihatkan dinamika internal Ducati menjelang fase persaingan berikutnya.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU