Pascal Wehrlein memimpin klasemen Formula E dengan 169 poin, unggul lima angka dari Jake Dennis menjelang balapan pamungkas di London. Namun, Mitch Evans yang tertinggal 21 poin masih punya peluang tipis untuk menjadi juara dunia.
Hari ini menjadi penentu ganda di Formula E. Selain gelar pembalap, gelar konstruktor juga masih terbuka lebar antara Jaguar dan Porsche. Jaguar unggul lima poin, tetapi Porsche berpeluang merebutnya dengan tambahan poin dari pole, fastest lap, dan hasil balapan.
Ini juga hari terakhir era Gen3 dan balapan terakhir di ExCeL Centre London. Lebih dari itu, ini bisa menjadi perpisahan Lucas di Grassi dan Sebastien Buemi dari ajang balap listrik tersebut.

Wehrlein mengaku berada dalam posisi yang dia impikan. "Kamu bermimpi berada di posisi ini dan bekerja keras sepanjang tahun untuk tiba di balapan terakhir dan memperebutkan gelar," katanya. "Kami lapar dan termotivasi. Saat ini kami di sisi yang baik, dan kami mencoba segalanya untuk menyelesaikannya."
Dennis menekankan arti gelar ini bagi timnya. "Ini lebih merupakan hadiah untuk tim yang berhasil bangkit dalam dua musim terakhir," ujarnya. "Jika kami finis kedua pun, itu hal besar bagi tim customer untuk bisa sedekat ini dengan pabrikan."
Evans, yang akan mengakhiri kariernya bersama Jaguar setelah satu dekade, berharap bisa menutup dengan manis. "Saya akan mencoba meninggalkan tanpa penyesalan dan berharap hari yang positif," katanya. "Jika tidak bisa juara, setidaknya bantu tim merebut gelar konstruktor."
Dengan selisih tipis dan tiga pembalap yang masih berpeluang, balapan terakhir Formula E musim ini dipastikan berlangsung dramatis. Semua mata akan tertuju pada bagaimana strategi dan nasib menentukan juara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!