Liberty Media dan Dorna secara resmi mengumumkan perombakan format akhir pekan untuk kelas utama MotoGP mulai musim 2027 mendatang. Kebijakan ini diambil untuk memisahkan penentuan grid balapan melalui penambahan sesi kualifikasi baru, menyusul kesuksesan pengenalan balapan Sprint yang pertama kali debut pada musim 2023 lalu.
Berdasarkan perhitungan durasi di atas kertas, para pembalap justru akan menghabiskan waktu di atas lintasan yang lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada periode 2026 ke bawah total sesi latihan memakan waktu hingga 160 menit di luar balapan, durasi tersebut akan dipangkas menjadi 130 menit saja untuk seluruh pembalap, serta 145 menit bagi 12 pembalap yang harus melalui fase Q1 menuju Q2.
Titik krusial yang memicu perdebatan sengit terletak pada penerapan dua sesi penentu grid balapan Sprint serta babak Q1. Sebanyak 22 pembalap nantinya dipaksa untuk langsung menekan batas kemampuan motor dalam durasi yang sangat singkat, yakni hanya 15 menit saja, demi mengamankan posisi start terbaik tanpa memiliki keleluasaan waktu seperti sesi latihan bebas berdurasi 60 menit sebelumnya.

Kondisi ini diprediksi memicu potensi kekacauan di lintasan, termasuk risiko tingginya pelanggaran menghalangi laju pembalap lain atau impeding serta seringnya kemunculan pengibaran bendera kuning. Dilansir dari FormulaPassion, situasi tersebut dikhawatirkan dapat merusak catatan waktu para pembalap papan atas secara tidak adil akibat pembatalan putaran cepat yang krusial.
Banyak pihak menilai bahwa perombakan regulasi ini merupakan bentuk ambisi penyelenggara dalam mencari drama demi menciptakan susunan grid yang acak. Pada akhirnya, beban berat kembali jatuh ke pundak para pembalap yang harus mencari solusi atas potensi risiko tinggi di atas lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!