SPONSORED

FIA Ubah Aturan Ban Jelang Final WRC, Kankkunen Beri Pujian

Notifikasi
0
FIA Ubah Aturan Ban Jelang Final WRC, Kankkunen Beri Pujian
TO NEWS OVERVIEW
Toyota's Elfyn Evans and Scott Martin changing a tyre. Photo: TGR WRT/McKlein

FIA resmi mengumumkan perubahan regulasi ban untuk putaran final WRC di Rally Sardinia, 1-4 Oktober. Keputusan ini diambil setelah serangkaian masalah daya tahan ban yang mengganggu jalannya kejuaraan, terutama di Rally Paraguay akhir Agustus lalu. Legenda reli Finlandia, Juha Kankkunen, yang kini menjabat wakil principal tim Toyota, menyambut baik langkah tersebut.

Musim ini, ban Hankook kembali menjadi sorotan tajam. Di Paraguay, beberapa pembalap terdepan mengalami delaminasi parah yang membuat persaingan kacau. Sebelumnya, di Chile, FIA sudah menaikkan alokasi ban dari 28 menjadi 36 untuk mobil Rally1 di reli gravel. Kini, untuk Sardinia, jumlahnya ditambah menjadi 40 ban per pembalap. Tidak hanya itu, pembalap juga diizinkan mengganti ban bekas dengan yang baru di titik pengisian bahan bakar tengah putaran, sesuatu yang biasanya hanya bisa dilakukan di service park.

Perubahan ini mendapat respons positif dari para pembalap. Kankkunen pun tidak sungkan memuji keputusan FIA dan promotor. "Seratus poin penuh untuk FIA dan promotor. Saya ingin berterima kasih dari lubuk hati yang paling dalam, karena pertarungan sekarang lebih baik dan lebih aman untuk semua orang," ujar Kankkunen kepada RallyJournal.com. "Ini sangat mudah diterapkan tanpa harus menghabiskan ban sampai ke pelek, seperti yang terjadi di Paraguay. Memang begini seharusnya," lanjutnya.

FIA Changes Tyre Rules for WRC Finale, Kankkunen Praises Decision
Read AlsoFIA Changes Tyre Rules for WRC Finale, Kankkunen Praises Decision

Keputusan ini bertujuan memastikan gelar juara WRC tidak ditentukan oleh masalah teknis semata. Di Sardinia nanti, tiga pembalap Toyota akan bersaing ketat: Elfyn Evans, Sami Pajari, dan Oliver Solberg. Evans memimpin klasemen dengan keunggulan 17 poin atas Pajari dan 21 poin atas Solberg. Dengan tambahan alokasi ban dan fleksibilitas penggantian, diharapkan pertarungan di lintasan menjadi lebih murni dan aman.

ADVERTISEMENT

Perubahan aturan ini juga mencerminkan respons cepat FIA terhadap keluhan para peserta. Sebelumnya, di Chile, penambahan alokasi ban sudah dilakukan, namun masalah di Paraguay menunjukkan bahwa masih ada celah yang perlu diperbaiki. Kini, dengan 40 ban dan opsi penggantian di tengah putaran, pembalap memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengatur strategi tanpa harus khawatir kehilangan performa akibat ban yang aus.

Dampak dari regulasi ini tidak hanya pada aspek keselamatan, tetapi juga pada dinamika kejuaraan. Dengan ban yang lebih segar, pembalap dapat mendorong lebih keras sepanjang reli, yang berpotensi meningkatkan intensitas persaingan. Tim-tim juga harus menyesuaikan strategi pit stop dan manajemen ban, yang bisa menjadi faktor penentu hasil akhir.

Rally Sardinia akan menjadi panggung penentuan bagi Evans, Pajari, dan Solberg. Evans, yang tampil konsisten sepanjang musim, jelas diunggulkan, tetapi dengan format reli yang menantang dan kondisi lintasan yang keras, kejutan masih mungkin terjadi. Pajari dan Solberg tentu tidak akan menyerah begitu saja; mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menekan Evans.

ADVERTISEMENT

Perubahan aturan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para penggemar yang menginginkan pertarungan sengit tanpa intervensi masalah teknis. FIA dan promotor WRC patut diapresiasi karena telah mendengarkan masukan dan bertindak cepat demi kebaikan olahraga. Kini, semua mata akan tertuju ke Sardinia, di mana gelar juara dunia WRC akan ditentukan.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU