Ferrari tengah menghadapi kenyataan pahit: mengejar ketertinggalan kecepatan puncak dari Mercedes bukanlah perkara instan. Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, menegaskan bahwa pengembangan power unit membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan peningkatan sasis. Ketika para rival melesat di trek lurus, Scuderia masih harus bergulat dengan rantai pasok dan batasan biaya yang rumit.
Sepanjang musim 2026, Ferrari terus kesulitan bersaing dalam hal kecepatan garis lurus. Lewis Hamilton kembali menyoroti defisit ini di Grand Prix Italia, meskipun tim telah memperkenalkan spesifikasi mesin baru di Monza. Harapan akan lonjakan performa ternyata belum terwujud, dan Vasseur pun angkat bicara.
"Proses pengembangan mesin itu sangat panjang," ujar Vasseur kepada media termasuk Motorsport Week. "Sasis, Anda bisa melakukan upgrade dari satu hari ke hari berikutnya dengan cepat dan kembali ke performa puncak. Tapi pada mesin, prosesnya sangat panjang karena waktu tunggu komponen yang lama dan batasan biaya yang tidak mudah – Anda harus memproduksi mesin untuk satu musim penuh."

Vasseur menambahkan bahwa untuk memulai pengembangan, tim harus memproduksi batch mesin baru. Hal ini tentu saja memakan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. "Kami tidak berharap bisa pulih hanya dengan ADUO 1 atau ADUO 2," akunya. "Kami melakukan langkah-langkah kecil. Jika Anda membuat langkah kecil pada mesin, ingat bahwa di belakang kami, selisihnya hanya seperseratus detik. Dalam hal posisi, bahkan jika Anda menambah beberapa tenaga kuda, itu adalah langkah bagus di grid."
FIA memang telah memperkenalkan Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) di bawah regulasi 2026 untuk membantu pabrikan yang tertinggal. Namun, Vasseur sadar bahwa konsesi ini tidak akan langsung menghapus kekurangan Ferrari. "Sekarang kami akan memiliki mesin baru tahun depan. Tentu saja, targetnya adalah mengejar secepat mungkin," tegasnya.
Sementara itu, Ferrari harus mengelola siklus manufaktur dan alokasi biaya dengan hati-hati. Fokus mereka adalah pada peningkatan inkremental untuk sisa musim 2026 sebelum meluncurkan paket power unit yang sepenuhnya direvisi untuk 2027. Tantangan ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga strategi jangka panjang yang menuntut kesabaran.
Bagi para penggemar Ferrari, situasi ini mungkin terasa menyesakkan. Namun, Vasseur dan timnya tetap optimistis bahwa langkah kecil yang konsisten akan membuahkan hasil. Yang jelas, perjalanan untuk kembali ke puncak masih panjang dan berliku.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!