Esapekka Lappi menutup karier balapnya dengan kemenangan dramatis di putaran kelima Kejuaraan Rally Finlandia. Meski hanya perlu finis aman, ia tetap membawa pulang trofi setelah pemimpin lomba, Patrick Enok dari Estonia, terjatuh di stage kedua terakhir. Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi pembalap yang telah lama malang melintang di panggung WRC.
Lappi, yang dikenal sebagai spesialis permukaan cepat, memang sudah mengoleksi lima kemenangan dari tujuh putaran Kejuaraan Rally Finlandia. Namun, balapan terakhirnya tidak berjalan mulus. Pada stage terakhir, wiper mobilnya mati total di tengah hujan deras dan lintasan berlumpur. Bersama co-driver Enni Malkonen, ia tetap membawa mobilnya finis dengan selamat.
“Rasanya lega sekarang, meski hujan turun. Ini benar-benar akhir karier yang tak terlupakan, dengan wiper mati di awal stage terakhir dan hujan yang tak kunjung reda. Sungguh cara yang luar biasa untuk mengakhiri semuanya,” ujar Lappi kepada RallyJournal.

“Mungkin aku bisa menikmati dua kilometer terakhir,” tambahnya sambil tersenyum.
Selama beberapa musim terakhir, Lappi memang hanya tampil paruh waktu di WRC untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Kini, ia akan memiliki lebih banyak waktu luang. “Selanjutnya adalah perjalanan pulang selama tiga setengah jam. Aku mungkin akan memikirkan banyak hal di sepanjang jalan. Ada momen-momen indah dan juga masa-masa sulit,” renungnya.
“Mulai sekarang, aku ingin melakukan semua hal yang belum bisa kulakukan selama bertahun-tahun.”
Keputusan pensiun Lappi menandai berakhirnya era seorang pembalap yang pernah menjadi harapan baru Finlandia di WRC. Debutnya di kelas utama pada 2017 bersama Toyota langsung menuai kemenangan di Rally Finlandia, dan sejak itu ia menjadi langganan podium. Meski tidak pernah benar-benar bersaing konsisten untuk gelar, kecepatannya di lintasan cepat tidak perlu diragukan.
Musim ini, Lappi lebih banyak tampil di kejuaraan nasional untuk menjaga ritme balap sekaligus menikmati waktu bersama keluarga. Kemenangan di Rally Finlandia ini menjadi bukti bahwa kelasnya masih di atas rata-rata. Namun, ia memilih untuk mengakhiri semuanya dengan kepala tegak.
Bagi para penggemar rally, kepergian Lappi meninggalkan lubang yang sulit diisi. Karakternya yang tenang namun kompetitif, serta kemampuannya dalam kondisi sulit, membuatnya selalu dinantikan. Kini, ia akan menikmati hidup barunya, mungkin dengan lebih banyak waktu di rumah dan hobi yang selama ini terabaikan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!