Kejuaraan Dunia Superbike bersiap menghadapi era baru yang ambisius setelah kalender sementara 2027 resmi diumumkan. Langkah masif ini menandai kunjungan perdana ajang balap motor produksi massal tersebut ke Tiongkok, sebuah terobosan strategis yang diyakini akan memberikan suntikan energi luar biasa bagi perkembangan kejuaraan secara global di masa mendatang.
Keputusan besar untuk merambah pasar Asia Timur ini tidak lepas dari peran penting Gregorio Lavilla selaku Direktur Eksekutif WorldSBK. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa penambahan seri di Tiongkok merupakan buah dari pertumbuhan industri dan keterlibatan pabrikan Asia yang semakin masif di berbagai kelas balapan dalam beberapa tahun terakhir.
Kiprah gemilang pabrikan Tiongkok terbukti nyata di lintasan. Gelar juara World Supersport 300 sebelumnya berhasil direbut oleh Benat Fernandez di atas mesin Kove, sementara persaingan di kelas Supersport diramaikan oleh kehadiran QJ Motor dan ZXMoto. Selain itu, panggung balap internasional juga semakin semarak dengan proyek ambisius CFMoto.

Lintasan legendaris Shanghai International Circuit yang pernah menjadi rumah bagi ajang Formula 1 serta MotoGP era 2000-an akan menjadi tuan rumah resmi balapan tersebut. Kehadiran seri Tiongkok ini memecahkan dominasi kalender yang selama dua musim terakhir hanya menggelar satu balapan di luar benua Eropa.
Lebih lanjut, Gregorio Lavilla menegaskan bahwa peluang emas ini layak mendapat perhatian penuh mengingat kekuatan ekonomi Tiongkok yang sangat masif di kancah global. Kehadiran pabrikan baru serta ekspansi geografis ini diprediksi mampu mendongkrak popularitas dan membawa banyak hal positif bagi masa depan WorldSBK.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!