MotoGP, Sportrik Media - Ducati Lenovo Team melalui manajer tim Davide Tardozzi menegaskan bahwa pabrikan Italia tersebut tidak pernah mengalami krisis meski awal musim MotoGP 2026 berjalan di bawah ekspektasi.
Ducati datang ke Jerez tanpa kemenangan grand prix sejak seri Malaysia musim lalu, dengan hanya satu podium hari Minggu dari tiga seri awal musim ini. Situasi tersebut kontras dengan dominasi Aprilia Racing yang mencatat lima kemenangan beruntun melalui Marco Bezzecchi.
Namun, performa Ducati menunjukkan peningkatan signifikan pada sesi latihan Jumat di Jerez, dengan Alex Marquez memimpin catatan waktu dan unggul sekitar setengah detik dari pembalap Aprilia tercepat. Selain itu, Ducati menempatkan lima pembalap dalam 10 besar, memperkuat indikasi kebangkitan performa.

“Kami memimpin dengan Alex Marquez yang mencatat lap luar biasa. Kami memiliki lima pembalap di 10 besar dan itu sinyal yang baik,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, Ducati melakukan evaluasi teknis intensif yang menghasilkan sejumlah perubahan pada motor, termasuk pembaruan yang juga memberikan dampak positif bagi tim satelit seperti Gresini.
“Dalam sebulan terakhir kami melakukan diskusi konstruktif untuk melakukan perubahan pada motor, dan hasilnya terlihat, termasuk pada tim satelit,” tambahnya.
Meski demikian, Tardozzi tetap mengakui peningkatan signifikan dari Aprilia sebagai rival utama musim ini.
“Kami tidak pernah mengalami krisis yang sebenarnya, tetapi kami harus memberi kredit kepada rival kami. Aprilia membuat lompatan performa yang sangat besar. Namun Ducati masih ada di sana,” tegasnya.
Secara statistik, tim pabrikan Ducati tengah mengalami periode tanpa podium terpanjang dalam lebih dari satu dekade, dengan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia belum naik podium sejak GP Jepang musim lalu.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Ducati telah memperkenalkan pembaruan elektronik guna meningkatkan performa pengereman pada GP26. Namun, beberapa pembalap, termasuk Marquez dan Bagnaia, masih melaporkan bahwa masalah tertentu belum sepenuhnya teratasi.
Marquez bahkan menyatakan bahwa peluang podium di Jerez masih terbatas, mengingat performanya masih tertinggal dari rekan-rekannya seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Dengan tanda-tanda peningkatan yang mulai terlihat, Ducati kini menargetkan hasil lebih kompetitif pada sesi kualifikasi, termasuk peluang meraih pole position ketiga musim ini setelah sebelumnya dicapai di Brasil dan Amerika Serikat.
Perkembangan performa di Jerez akan menjadi indikator penting apakah Ducati benar-benar telah keluar dari tekanan awal musim, sekaligus menentukan arah persaingan mereka melawan Aprilia dalam perebutan gelar MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!