Claudio Domenicali tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. CEO Ducati itu menyebut musim 2026 Nicolo Bulega di WorldSBK sebagai sesuatu yang "sangat istimewa", bukan hanya karena gelar juara, tetapi karena cara pembalap Italia itu mendominasi.
Bulega telah mengunci gelar dengan enam balapan tersisa, menjadikannya juara pertama sejak 2022 yang ditentukan sebelum putaran final. Dari 30 balapan yang telah dijalani, ia selalu naik podium dan memenangkan 26 di antaranya. Angka-angka itu membuat siapa pun terkesan, termasuk Claudio Domenicali.
"Kami sangat bangga," ujar Domenicali kepada WorldSBK.com usai Race 2 di Italia. "Ini sangat istimewa karena bukan hanya Nicolo yang menang, tapi juga bagaimana dia mendominasi. Kami punya motor baru tahun ini, Panigale baru, jadi kami sebenarnya berharap ada peningkatan performa, tapi ternyata performa Panigale baru sangat kuat. Nicolo melakukan sesuatu yang luar biasa karena jumlah kemenangan beruntunnya sungguh luar biasa."

Perjalanan Bulega bersama Ducati memang tidak selalu mulus. Ia datang ketika kariernya di Moto2 sedang sulit, lalu memulai kembali dari Supersport bersama tim Aruba. Kepercayaan yang diberikan Ducati terbayar lunas: Bulega menjuarai Supersport dan Superbike dalam dua musim berbeda, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Dia datang di momen kariernya yang rumit," kenang Domenicali. "Tapi tim mempercayainya, kami mempercayainya, dan dia memulai lagi dari Supersport. Menjuarai Supersport dan Superbike bersama adalah pertama kalinya. Jadi ini pencapaian yang sangat luar biasa, dan kami juga sangat antusias dengan langkah baru karena kami menemukan cara untuk membuat kesepakatan untuknya di MotoGP. Ini bisa menjadi kisah yang sangat bagus untuk motorsport secara umum."
Musim depan, Nicolo Bulega akan pindah ke MotoGP bersama VR46. Ia menjadi juara WorldSBK kedua dalam dua musim yang beralih ke paddock grand prix setelah Toprak Razgatlioglu melakukannya tahun ini bersama Yamaha. Bedanya, Bulega akan menghabiskan 2026 menguji motor Ducati 2027, generasi baru MotoGP dengan mesin 850cc dan ban Pirelli.
Dominasi Bulega juga menegaskan kekuatan Ducati di WorldSBK. Dengan Panigale baru, pabrikan Borgo Panigale itu tidak hanya mempertahankan supremasi tetapi juga memperlebar jarak dari rival. Sementara itu, kepindahan Bulega ke MotoGP menambah daya tarik tersendiri, karena ia akan membawa pengalaman juara ke panggung yang lebih besar.
Bagi Ducati, kisah Bulega adalah bukti bahwa kepercayaan pada pembalap di saat sulit bisa berbuah manis. Kini, semua mata akan tertuju pada langkah berikutnya: apakah Bulega bisa mengulang kesuksesan di MotoGP seperti yang ia raih di WorldSBK?




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!