Cal Crutchlow meyakini bahwa kunci untuk meningkatkan kualitas balapan MotoGP di masa depan justru terletak pada solusi dari masa lalu. Menjelang perubahan regulasi besar pada 2027, pembalap penguji Yamaha ini menyoroti masalah utama yang membuat aksi salip-menyalip semakin sulit dalam beberapa musim terakhir.
Sejak 2023, aturan tekanan ban depan yang lebih ketat dengan penalti waktu telah membuat para pembalap cenderung menggunakan tekanan berlebih. Kondisi ini diperparah saat mengikuti pembalap lain, sehingga potensi overtaking menjadi sangat terbatas. Regulasi 2027 dirancang untuk mengatasi hal ini dengan menghapus ride height device, mengurangi aerodinamika, serta kedatangan pemasok ban baru, Pirelli, yang diharapkan membawa ban depan lebih tahan terhadap perubahan tekanan.
Namun, Crutchlow punya pandangan berbeda. Menurutnya, solusi sejati justru datang dari era 2015 hingga 2020, ketika pengelolaan ban menjadi kunci utama. "Sekarang ini mereka tidak bisa saling menyalip karena semuanya berada di batas limit," ujarnya dalam wawancara dengan Visordown. "Saya tahu apa yang bisa membuat balapan lebih baik, yaitu kembali ke ban lama yang harus dikelola. Sekarang tidak perlu dikelola, itu sebabnya tidak ada yang bisa menyalip—semua orang melaju 100 persen sepanjang waktu."

Menurut Cal Crutchlow, pada era tersebut, pembalap harus pintar mengatur ritme dan menjaga ban. "Bukan berarti pembalap terbaik yang menang, tapi Anda harus mengelola balapan, mengelola ban, dan motornya lebih sulit dikendarai. Itu sebabnya ada lebih banyak aksi salip-menyalip," tambahnya.
Perbedaan motor yang ia rasakan dari debutnya di MotoGP pada 2011 hingga kini sangat drastis, terutama karena perkembangan aerodinamika dan ride height device yang mulai diperkenalkan pada 2019. Bagi pemenang tiga Grand Prix ini, aspek fisik menjadi perubahan paling signifikan. "Dengan aerodinamika, motor punya downforce besar sehingga lengket ke aspal. Anda tidak bisa lagi melakukan wheelie, tidak peduli sekeras apa pun menarik stang. Justru era 2015 hingga 2019 yang saya lebih sukai—downforce dan aero sudah cukup, motor sudah cukup sulit dikendarai," jelasnya.
Pernyataan Crutchlow ini menjadi bahan perdebatan menarik di tengah persiapan regulasi 2027. Apakah solusi masa lalu akan diadopsi atau justru pendekatan teknis baru yang diambil, para penggemar tentu berharap balapan MotoGP semakin kompetitif dan menghibur.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!