David Coulthard tidak ingin Formula 1 hanya diam dan kembali ke sirkuit Madring tanpa perubahan pada 2027. Mantan pembalap itu menilai reaksi negatif para penggemar setelah balapan perdana di sirkuit jalanan hibrida Madrid tersebut harus dijadikan pijakan untuk melakukan evaluasi besar-besaran.
Balapan 57 lap di Madring memang menuai kritik tajam. Jumlah overtake yang minim membuat banyak pembalap dan pengamat kecewa. Tikungan 1 dan 5 sebenarnya dirancang sebagai zona potensial untuk menyalip, tetapi tetap saja butuh keberanian dan presisi tinggi agar manuver tidak berujung kontak. Sirkuit ini sendiri baru selesai tepat sebelum balapan digelar, dan kini penyelenggara punya waktu sekitar satu tahun untuk merombak layout sebelum kembali menggelar balapan pada September 2027.
Berbicara di podcast Up To Speed, Coulthard menegaskan bahwa F1 tidak boleh mengabaikan suara fans. "Saya pikir kita harus mendengarkan mereka," ujarnya. "Kita tidak bisa berkata, 'Oh, kamu salah.' Jika mereka mengatakan balapan ini membosankan, ya itulah pendapat mereka. Kita punya kesempatan untuk membuat perubahan. Jika tidak, dan kita kembali dengan balapan prosesi yang sama... Max Verstappen bahkan berkomentar dia tidak khawatir sama sekali saat dikejar Lando Norris karena cukup berkendara di tengah lintasan seperti di Monaco."

Jika semua informasi itu tidak direspons, Coulthard menyebutnya sebagai kesalahan fatal. "Jika kita kembali tahun depan dengan hal yang persis sama, memasukkan adonan kue yang sama ke oven dan berharap hasil berbeda, itu bodoh," tegasnya.
Coulthard lantas memberikan saran spesifik. Menurutnya, sirkuit butuh chicane lambat gaya lama seperti di Monza yang menciptakan jarak pengereman. "Chicane pertama dan kedua saat ini terlalu cepat. Anda masuk dengan garis dangkal dan kecepatan terlalu tinggi," jelasnya. "Atau di sekitar area itu, tambahkan loop, hairpin loop yang mendorong pembalap untuk mencoba menyalip. Itu satu-satunya cara. Di bagian tengah sirkuit yang cepat dan mengalir, Anda tidak bisa berbuat apa-apa karena sirkuit harus menyatu dengan bagian akhir, dan Anda harus sampai ke sana entah bagaimana."
Kritik ini menjadi sorotan mengingat Madring baru pertama kali menggelar balapan. Sirkuit jalanan hibrida di ibu kota Spanyol itu memang sudah menjadi perbincangan karena desainnya yang menantang, tetapi nyatanya aksi di lintasan tidak sebanding dengan ekspektasi. Para pembalap seperti Max Verstappen dan Lando Norris sempat mengeluhkan sulitnya melakukan manuver, dan komentar Verstappen soal tak khawatir dikejar di Madring menjadi bukti betapa minimnya peluang overtake.
Dengan jadwal balapan 2027 yang sudah dipatok, para perancang sirkuit kini dituntut untuk berpikir kreatif. Coulthard berharap perubahan tidak hanya kosmetik, tetapi benar-benar mengubah karakter balapan. Jika tidak, Madring berisiko dicap sebagai sirkuit yang membosankan, dan itu tentu bukan warisan yang diinginkan oleh F1 maupun penggemar di Spanyol.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!