Franco Colapinto akhirnya angkat bicara setelah insiden kontroversial yang melibatkan dirinya pada balapan Formula 1 Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Baku. Pembalap Alpine tersebut terlibat tabrakan beruntun yang membuat rekan setimnya, Pierre Gasly, dan pembalap McLaren, Lando Norris, tersingkir dari balapan. Insiden ini memicu kemarahan Norris yang secara terbuka menyerukan agar Colapinto dihukum larangan tampil.
Insiden terjadi pada restart safety car pertama di putaran ke-51. Colapinto yang berada di dalam sepuluh besar bersama Gasly mengalami lock-up parah di Tikungan 1 akibat ban dan rem yang masih dingin. Mobilnya meluncur tak terkendali dan menghantam sisi mobil Gasly, kemudian menyapu Norris yang berada di sisi luar tikungan. Akibatnya, ketiga pembalap gagal menyelesaikan balapan dan kehilangan poin berharga.
Usai balapan, Norris meluapkan kekesalannya kepada media dan menyebut Colapinto sebagai pembalap yang “seharusnya tidak berada di Formula 1”. Ia bahkan menyerukan agar pembalap Argentina itu mendapat sanksi larangan balapan. Pernyataan Norris ini dengan cepat menjadi sorotan di paddock dan memicu perdebatan di kalangan penggemar.

Menanggapi hal tersebut, Colapinto menyampaikan permintaan maafnya secara tulus. “Saya minta maaf kepada tim, kepada Pierre. Itu adalah kesalahan besar,” ujarnya kepada Sky F1. “Saya benar-benar minta maaf kepada Pierre dan semua orang di pabrik yang telah bekerja keras. Kami kehilangan banyak hal, padahal kedua mobil berada di posisi poin. Sangat sedih dan kecewa. Itu kesalahan besar, rem dingin, ban dingin, dan saya benar-benar kehilangan kendali. Sayangnya, saya menyingkirkan Pierre, dan tentu saja Lando. Maaf untuk keduanya.”
Ketika komentar Norris disampaikan kepadanya, Colapinto menambahkan, “Yah, saya juga minta maaf kepada Lando, sejujurnya, bukan hanya Pierre. Maaf kepada semua orang, ini kesalahan besar. Saya hanya terkunci dan kehilangan kendali. Saya tidak bisa berbuat banyak. Begitu saya menginjak rem, saya terkunci dan kehilangan banyak cengkeraman.”
Di sisi lain, Gasly mengaku masih sulit mencerna hasil balapan. “Saya sedang mencari kata-kata,” katanya. “Ini tidak mudah. Kami menjalani akhir pekan yang sangat baik dan mobil ini salah satu yang terbaik musim ini. Pace-nya bagus, bisa bersaing dengan Lewis dan Lando hampir sepanjang balapan. Kami memiliki selisih 14 atau 15 detik dari midfield. Jadi, ada banyak hal positif yang bisa diambil. Tapi, saya masih berjuang untuk memproses hasilnya dan fakta bahwa kami memiliki kedua mobil di posisi poin, namun akhirnya kami kalah poin dari Racing Bulls dengan selisih yang cukup besar. Hari yang tidak ideal, tapi saya yakin kami akan melupakan ini. Sayangnya, kami kehilangan poin hari ini, tapi semoga kami bisa menggantinya hingga akhir tahun.”
Insiden ini bukan yang pertama bagi Gasly dan Colapinto. Sebelumnya, setelah Grand Prix Spanyol, Gasly menjadi sasaran pelecehan online dari penggemar Colapinto. Meskipun keduanya memiliki hubungan personal dan profesional yang baik, Gasly menegaskan bahwa rasa hormat adalah hal yang utama. “Hormat. Semuanya tentang rasa hormat. Selama ada rasa hormat, segalanya mungkin,” ujarnya singkat. Ia enggan berkomentar apakah merasa tidak dihormati oleh insiden tersebut.
Dengan hasil ini, Alpine harus menerima kenyataan pahit kehilangan poin besar di Baku. Sementara itu, Norris dan McLaren juga dirugikan dalam perebutan gelar. Insiden ini menjadi pengingat keras akan risiko restart safety car dan pentingnya pengendalian diri di kondisi trek yang menantang. Colapinto kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa dirinya layak berada di Formula 1, sementara Gasly berusaha move on dan fokus pada sisa musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!