Mantan bos Red Bull, Christian Horner, secara terbuka mengungkapkan bagaimana upaya ambisiusnya untuk mendatangkan juara dunia Fernando Alonso dan bintang Ferrari Charles Leclerc ke garasi tim harus kandas di tengah jalan. Buku memoar terbarunya yang berjudul Drive membeberkan dinamika internal yang pelik di Milton Keynes ketika manajemen berupaya mencari figur ideal untuk mendampingi Max Verstappen di tengah merosotnya performa Sergio Perez pada musim 2024.
Perez sempat membantu skuad meraih posisi satu-dua di klasemen pembalap, namun grafik penampilannya mengalami terjun bebas yang tidak dikenali dibandingkan musim-musim sebelumnya. Situasi inilah yang memaksa Horner untuk mulai memetakan opsi pengganti demi menjaga dominasi tim di grid Formula 1. Ketidakpastian kursi kedua ini memicu pergerakan transfer di balik layar yang melibatkan nama-nama besar di paddock.
Peluang pertama datang langsung dari sang veteran asal Spanyol yang menunjukkan ketertarikan nyata saat akhir pekan balapan GP Jepang 2024. Horner mencatat bahwa peraih dua gelar juara dunia itu sangat bersemangat untuk berbagi garasi dengan Verstappen musim berikutnya. Sayangnya, rencana besar tersebut langsung dihentikan oleh Helmut Marko yang mengklaim kubu Verstappen tidak menyambut baik gagasan tersebut.

Tidak menyerah pada satu nama, bidikan selanjutnya diarahkan kepada Leclerc yang dinilai memiliki kecepatan luar biasa dalam satu putaran serta karakter mental yang kuat. Horner memuji loyalitas pembalap Monako tersebut kepada Ferrari meskipun kerap dihadapkan pada situasi sulit di atas trek. Namun, respons penolakan serupa kembali datang dari Marko, membuat pintu kedatangan Leclerc tertutup rapat tanpa alasan yang sepenuhnya transparan.
Menariknya, Horner secara tegas membersihkan nama Verstappen dari pusaran penolakan tersebut karena ia tahu persis bahwa perintah itu bukan berasal dari sang juara dunia bertahan. Dengan tertutupnya opsi mendatangkan bintang mapan luar, Red Bull akhirnya terpaksa mempromosikan Liam Lawson yang saat itu masih minim pengalaman dengan baru mengantongi sebelas balapan Formula 1 di bawah sabuknya, sebuah keputusan yang menyimpan beban besar bagi sang pembalap muda.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!