Christian Horner kembali mencuri perhatian paddock Formula 1. Pria 52 tahun itu mengaku terbuka untuk kembali ke F1, dan secara mengejutkan menyebut Ferrari sebagai satu-satunya tim yang membuatnya mau melanggar prinsipnya sendiri.
Sejak dipecat dari jabatannya sebagai team principal dan CEO Red Bull beberapa hari setelah Grand Prix Inggris tahun lalu, Horner memang telah dikaitkan dengan berbagai tim. Alpine, Aston Martin, hingga proyek tim ke-12 bersama BYD China sempat mencuat. Namun, dalam wawancara terbaru dengan The Times, Horner menegaskan bahwa ia hanya mau kembali jika mendapat saham kepemilikan tim. Kecuali, ada satu pengecualian.
“Saya sudah menjadi pekerja. Saya menghabiskan 21 tahun duduk di pit wall. Saya tidak perlu kembali ke itu,” ujar Horner. “Di fase hidup saya sekarang, hanya ada satu tim yang membuat saya mau menerima tanpa kepemilikan. Apakah saya mempertimbangkan Ferrari? Maksud saya, Ferrari adalah merek terbesar di Formula 1. Itu impian. Dan bisa dibilang, mereka adalah raksasa yang sedang tidur di F1.”

Pernyataan itu muncul di tengah laporan media Italia yang menyebut posisi team principal Ferrari, Fred Vasseur, sedang dalam sorotan. Harapan Maranello meraih gelar juara dunia 2026 disebut sudah sirna, dan spekulasi pun kembali mengarah ke Horner. Ia sendiri menikmati sorotan tersebut. “Fakta bahwa 14 bulan saya keluar dari olahraga ini, mereka masih membicarakan saya menunjukkan masih ada permintaan. Mungkin saya tidak seburuk itu,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah ia bisa kembali ke grid F1 tahun depan, Horner menjawab dengan gaya khasnya: “Saya tidak tahu. Saya adalah obat sekaligus masalah.” Ia jelas merasa masih ada urusan yang belum selesai di F1, termasuk memperbarui rivalitas lama dengan bos Mercedes, Toto Wolff. “Ada saatnya kompetitivitas tim lebih penting daripada hal-hal egois lainnya,” ujarnya.
“Saya dalam posisi yang sangat beruntung karena bisa memilih. Jika saya tidak melakukan apa-apa, saya bisa tinggal di sini selama sisa hidup saya, dan hanya mengkhawatirkan apakah akan turun hujan dan membuat rumput hijau atau tidak. Tapi apakah itu akan memuaskan saya? Tidak. Saya masih merasa ada tarian lain. Dan Toto perlu rambutnya sedikit diacak-acak. Dia sedang santai karena saya tidak ada di sana. Jadi mengapa dia ingin saya kembali? Saya mungkin akan memberinya waktu yang lebih sulit daripada siapa pun.”
Pernyataan Horner ini jelas menjadi bahan bakar spekulasi di paddock. Ferrari, yang belum juga mengakhiri puasa gelar sejak 2008, mungkin tergoda untuk mendatangkan sosok yang telah membawa Red Bull meraih delapan gelar juara dunia pembalap. Namun, dengan prinsip kepemilikan yang dipegang Horner, apakah Ferrari mau memberikan saham? Ataukah ini hanya gertakan untuk menarik perhatian tim lain? Yang jelas, nama Horner kembali panas di bursa transfer F1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!