SPONSORED

Carlos Sainz Kritik Keras FIA atas Ketimpangan Tenaga di F1

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Carlos Sainz Kritik Keras FIA atas Ketimpangan Tenaga di F1
TO NEWS OVERVIEW
Carlos Sainz was critical of the FIA after an error left some drivers without full power

Sesi kualifikasi sprint Formula 1 diwarnai kontroversi panas setelah Carlos Sainz melontarkan kritik pedas terhadap FIA akibat kesalahan fatal yang merugikan sebagian pembalap. Insiden yang terjadi pada akhir sesi SQ1 ini membuat sejumlah mobil mengalami kekurangan daya mesin yang signifikan akibat hilangnya akses mode menyalip (Overtake Mode). Masalah ini langsung memicu perdebatan sengit di paddock mengenai integritas dan keadilan olahraga balap jet darat paling bergengsi di dunia ini.

Pembalap tim Williams tersebut harus puas berada di posisi ke-22 dan menjadi yang paling lambat dalam sesi kualifikasi sprint yang sebelumnya juga sempat tertunda akibat masalah pada sistem pencatatan waktu. Namun, ketidakpuasan utama Sainz bukan pada kendala teknis rem yang sempat melanda mobilnya pada sesi latihan bebas pertama (FP1), melainkan pada ketidakadilan perlakuan yang diciptakan oleh pengawas balap.

Kekacauan bermula ketika bendera merah berkibar menyusul kecelakaan yang dialami oleh Sergio Perez dari tim Cadillac. Selepas insiden tersebut, kendali balap gagal mengaktifkan kembali Overtake Mode secara merata, yang memberikan tambahan energi setengah megajoule krusial bagi para pembalap untuk catatan waktu maupun pemanasan ban. Akibatnya, separuh grid melaju dengan keunggulan tenaga mesin mencapai setengah detik lebih cepat dibanding separuh grid lainnya.

Mercedes Questions W17 Development Path as Red Bull and Ferrari Duel
Read AlsoMercedes Questions W17 Development Path as Red Bull and Ferrari Duel

Sainz tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya seusai sesi kualifikasi berakhir dan dengan tegas menyoroti kurangnya kepedulian badan pengatur terhadap asas keadilan kompetitif. Sayangnya, pembalap asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa mereka hanya mendapatkan satu kesempatan putaran yang buruk di tengah berbagai kendala pengereman, penguncian ban, serta kerugian tenaga mesin yang tidak adil.

ADVERTISEMENT

Dalam keterangannya, Sainz menyatakan bahwa separuh mobil menjalani putaran kualifikasi dengan tenaga mesin yang jauh lebih tinggi daripada separuh mobil lainnya akibat masalah kendali perangkat lunak. Ia merasa bingung mengapa pihak penyelenggara terus mengambil keputusan berbeda tergantung pada siapa yang tersingkir di sesi awal balapan, sembari menegaskan bahwa FIA tidak memprioritaskan keadilan olahraga dalam situasi tersebut.

Sementara itu, pihak FIA kemudian memberikan klarifikasi resmi bahwa insiden tersebut bukanlah masalah perangkat lunak, melainkan murni akibat human error atau kesalahan manusia di Race Control terkait pengaktifan kembali Overtake Mode. Juru bicara FIA mengakui bahwa kesalahan tersebut berdampak langsung pada performa mobil tertentu, bergantung pada waktu turun ke lintasan dan posisi mereka saat bendera hijau dikibarkan kembali.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU