SPONSORED

Brundle Bantah Isu Horner ke Ferrari: Itu Cuma Sopan Santun

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Brundle Bantah Isu Horner ke Ferrari: Itu Cuma Sopan Santun
TO NEWS OVERVIEW
Brundle Bantah Isu Horner ke Ferrari: Itu Cuma Sopan Santun

Martin Brundle bergerak cepat meredam spekulasi yang tengah menghangat di paddock Formula 1. Mantan pembalap yang kini dikenal sebagai komentator Sky Sports itu mengaku telah menghubungi Christian Horner secara langsung untuk mengonfirmasi kabar yang mengaitkan eks bos Red Bull Racing tersebut dengan kursi manajemen di Ferrari. Hasilnya? Brundle menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan serius ke arah sana.

Isu ini mencuat setelah Horner dalam wawancaranya dengan The Times menyebut Ferrari sebagai satu-satunya tim yang mau ia bela tanpa perlu memiliki saham kepemilikan. Kalimat itu langsung ditafsirkan publik sebagai sinyal ketertarikan. Namun menurut Brundle, pernyataan tersebut hanyalah bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Scuderia, bukan pembuka pintu negosiasi.

"Dia bilang, 'Saya hanya bersikap sopan dan hormat tentang Ferrari dalam sebuah wawancara, tapi kemudian berkembang jadi macam-macam,'" ujar Brundle menirukan respons Horner saat ditemui di Sky Sports F1. Ia menambahkan bahwa kursi pembalap atau principal Ferrari adalah pekerjaan terbaik sekaligus terburuk di F1, karena kurva hero-zero bisa sangat vertikal. Tekanan sebesar itu, kata Brundle, membuat setiap langkah di Maranello selalu jadi sorotan.

Lawson Shines in Sepang, Lindblad Hit with 30-Place Grid Penalty
Read AlsoLawson Shines in Sepang, Lindblad Hit with 30-Place Grid Penalty

Spekulasi ini sempat memunculkan skenario menarik: bagaimana jadinya jika Horner benar-benar bergabung dan harus bekerja sama dengan Lewis Hamilton, yang resmi berseragam Ferrari sejak 2025. Mengingat sejarah panas rivalitas Red Bull vs Mercedes di musim 2021, duet itu dianggap bakal menjadi dinamika yang tidak biasa. "Bisakah Anda membayangkan Lewis dan Christian bekerja bersama setelah 2021? Itu akan jadi dinamika yang menarik," celetuk Brundle.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Brundle justru mengingatkan agar Ferrari tidak tergoda terus-menerus mengganti personel kunci. Ia menyamakan situasi itu dengan sepak bola, di mana pergantian pelatih yang terlalu sering justru merusak stabilitas. Peran team principal di F1 modern, tambahnya, juga sudah berubah drastis. "Mereka hanya perlu tetap tenang dan saling mendukung," tegasnya.

Di sisi lain, pembalap Ferrari sendiri, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, sudah menyatakan dukungan terbuka kepada principal Fred Vasseur. Manajemen Ferrari pun dikabarkan solid di belakangnya. Dukungan ini menjadi sinyal bahwa ruang untuk orang luar seperti Horner saat ini tertutup rapat.

Ferrari saat ini berada di peringkat kedua klasemen konstruktor dengan 378 poin, tertinggal dari Mercedes yang memimpin dengan 538 poin. Jarak yang cukup jauh ini menuntut fokus penuh pada pengembangan teknis dan strategi balap, bukan pada hiruk-pikuk rumor yang bisa mengganggu konsentrasi tim.

ADVERTISEMENT

Bagi para penggemar F1, kabar ini setidaknya menjawab rasa penasaran yang sempat mencuat. Horner tetap fokus pada perannya di Red Bull, sementara Ferrari terus berbenah di bawah komando Vasseur. Spekulasi boleh saja datang dan pergi, tapi di atas lintasan, hanya hasil yang berbicara.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU