Valtteri Bottas akhirnya buka suara soal penampilan buruknya di Grand Prix Azerbaijan. Pembalap Cadillac Racing itu mengaku mengalami masalah degradasi damper dan power unit Ferrari spek lama yang membuatnya kehilangan banyak waktu.
Masalah Damper dan Power Unit
Bottas menjelaskan bahwa degradasi damper membuat karakteristik mobilnya memburuk seiring berjalannya balapan. "Saya paham dari luar terlihat sangat buruk; di dalam mobil pun saya merasa tidak nyaman. Tidak ada cara untuk mengikuti rombongan," ujarnya.
Selain itu, ia menggunakan power unit Ferrari spek lama, sementara rekan setimnya, Sergio Perez, mendapatkan mesin ADUO 2 terbaru. Hal ini membuat Bottas konsisten 6-7 km/jam lebih lambat di trek lurus.

Kesulitan di Tikungan
Bottas juga mengungkapkan bahwa ia kesulitan membawa kecepatan di tikungan seperti yang dilakukan Perez. "Sejak latihan, saya sudah kurang pace. Saya tidak bisa membawa kecepatan yang sama melalui tikungan seperti Checo," tambahnya.
Tim melakukan perubahan besar pada kualifikasi, termasuk mengganti damper dan floor. Meski terasa lebih baik, masalah kembali muncul saat balapan karena panas yang ekstrem.
Infrastruktur Cadillac
Meski demikian, Bottas menilai infrastruktur tim Cadillac Racing cukup kuat dan terus berkembang. Namun, ia mengakui masih ada kekurangan informasi aerodinamis karena belum adanya pressure tapping di beberapa area floor.
"Kami masih buta di beberapa bagian floor. Tapi secara feeling, lebih ke ride, dan kombinasi dengan power steering yang degradasinya parah sepanjang akhir pekan," jelasnya.
Balapan Bottas berakhir tragis di lap terakhir dengan crash di Tikungan 15 setelah power unit gagal memberikan engine braking yang tepat saat superclipping.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!