Valtteri Bottas menegaskan bahwa pembalap Formula 1 tidak memiliki masalah dengan kewajiban pajak di negara tempat mereka balapan. Pernyataan ini muncul setelah komentarnya di Grand Prix Bahrain memicu kontroversi terkait rencana balapan di Imola akhir musim nanti.
Dalam sesi jumpa pers menjelang GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Bottas mengungkapkan bahwa para pembalap lebih memilih tidak mengakhiri musim 2026 di Imola karena kekhawatiran akan tambahan beban pajak. F1 sendiri dijadwalkan menutup musim dengan double-header di Qatar dan Abu Dhabi, namun konflik di Timur Tengah bisa menyebabkan pembatalan, dan Imola bersiap menjadi opsi pengganti.
Pernyataan Bottas tersebut merupakan respons terhadap laporan bahwa polisi keuangan Italia, Guardia di Finanza, mengirim surat kepada para pembalap F1 untuk menyerahkan laporan pajak atas penghasilan yang diperoleh di negara itu. "Saya tidak tahu apakah Anda mendengar tentang pajak Italia? Tidak ada pembalap yang benar-benar ingin balapan di Italia karena kejadian terkini," ujar pembalap Cadillac itu kepada wartawan di Sepang.

Setelah mendapat kritik, Bottas memberikan klarifikasi. "Ini contoh klasik di mana saya menjelaskan situasinya dan mereka hanya mengambil bagian terbaiknya untuk membuat saya terlihat buruk," katanya kepada Sky Sports F1 setelah latihan Jumat di Sepang. "Sejujurnya, kami tidak masalah membayar pajak asalkan kami tahu. Kami balapan di banyak negara dan di lebih dari 50 persen negara yang kami kunjungi, ada persentase tertentu. Itu tidak masalah, asalkan kami tahu. Tapi ini menjengkelkan karena mereka menagih mundur tujuh atau delapan tahun."
Bottas menambahkan bahwa para pembalap selalu diberitahu bahwa mereka tidak perlu mengajukan apa pun untuk Italia. "Jika tahu, kami akan melakukannya. Jadi hal itu muncul begitu saja, dan tentu saja jumlahnya signifikan. Saya yakin itu akan menjengkelkan siapa pun, tapi akan lebih baik jika diberitahu sebelumnya."
Sementara itu, Max Verstappen memberikan tanggapan langsung: "Tidak ada masalah pajak. Anda hanya perlu membayar pajak." Pembalap Red Bull itu dikenal dengan komentarnya yang blak-blakan. Sedangkan pembalap Haas, Ollie Bearman, bercanda bahwa "komplikasi pajak ini sedikit kurang relevan bagi saya dibandingkan beberapa yang lain."
Isu pajak ini menjadi perhatian menjelang akhir musim yang belum pasti. Jika Imola benar-benar menjadi tuan rumah, para pembalap harus siap menghadapi konsekuensi fiskal yang lebih rumit. Namun, bagi Bottas, yang terpenting adalah transparansi dan kejelasan aturan sejak awal.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!